PENGARUH PERKEMBANGAN ZAMAN TERHADAP
BAHASA DAN BUDAYA LOKA BANGSA INDONESIA
Oleh: Vira Kurniawan
Peradaban
Bahasa dan budaya di Indonesia tidak lepas dari peradaban-peradaban besar di
dunia, ada beberapa perbedaan tolak ukur peradaban Bahasa dan budaya di dunia.
Hal-hal yang mendasari perbedaan antara Bahasa dan budaya lokal di suatu daerah.
Faktor mendasar terbentuknya suatu kebudayaan lokal juga tidak lepas dari
adanya Bahasa di suatu daerah dan alkuturasi dari bangsa-bangsa lain, Oleh
karena itu antara Bahasa dan kebudayaan lokal merupakan satu rumpun pembentuk
jadi diri suatu daerah yang telah lahir sejak zaman Yunani kuno, termasuk Indonesia
adalah salah satu negara yang hampir setiap wilayah dan ke pulaunya mempunyai
Bahasa dan kebudayaan sendiri. Bahasa dan kebudayaan yang ada di setiap daerah
merupakan identitas dari setiap suku di Indonesia dan di zaman moder yang kita
rasakan sekarang, banyak faktor yang menyebabkan hilangnya jati diri suatu
bangsa, baik dari segi Bahasa dan kebudayaan lokal. Negara dengan beribu pulau
merupakan salah satu julukan untuk Indonesia di mata dunia, setiap pulau yang
ada menyimpan keanekaragaman Bahasa dan budaya lokal, bahkan tidak hanya
terpisah antara pulau satu dengan yang lainnya, sering kita temui perbedaan Bahasa
dan kebudayaan lokal di satu pulau yang sama. Bahasa Indonesia merupakan Bahasa
pemersatu bangsa kita sejak terngiang ikrar sumpah pemudah pada tanggal 28
Oktober 1928, dari sinilah kita sebagai negara yang mempunyai berbagai Bahasa
lokal ini saling mengerti dan paham akan tujuan bangsa yang besar ini melalui
Bahasa persatuan. Pakar kebudayaan barat menyatakan bahwa kebudayaan adalah
keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan yang
lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat
pendapat E. B. Tylor dalam buku “primitive culture” dan pakar kebudayaan
Indonesia dinyatakan oleh Prof. Dr.
Koentjaraningrat bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur
oleh tata kelakuan yang harus didapatnya dengan belajar
dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Pakar
kebudayaan barat menyatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks,
yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan yang lain serta kebiasaan yang
didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat pendapat E. B. Tylor dalam buku
“primitive culture” dan pakar kebudayaan Indonesia dinyatakan oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat bahwa
kebudayaan merupakan keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur
oleh tata kelakuan yang harus didapatnya dengan belajar
dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Pada
abad ke 20 inilah awal dari persaingan yang tidak lagi melalui otot melainkan
melalui otak dimana di masa sekarang ini semua hal yang ada menggunakan akan
mengedepankan teknologi yang canggih. Dari sinilah merupakan salah satu alat
yang dipergunakan oleh bangsa barat untuk lebih cepat memasukan pemikirannya ke
berbagai belahan dunia. Rasa cinta bahasa dan kebudayaan lokal harus selalu
dipupuk disetiap kalangan generasi bangsa untuk menjaga keberlangsungan
nilai-nilai luhur sebuah bangsa.
PENGARUH PERKEMBANGAN ZAMAN TERHADAP
BAHASA DAN BUDAYA LOKA BANGSA INDONESIA
PENDAHULUAN
Sejarah
peradaban Bahasa dan budaya di Indonesia tidak lepas dari peradaban-peradaban
besar di dunia, ada beberapa perbedaan tolak ukur peradaban Bahasa dan budaya
di dunia. Hal-hal yang mendasari perbedaan antara Bahasa dan budaya lokal di
suatu daerah. Jika selama ini kita ketahui Bahasa dan kebudayaan lokal itu
merupakan identitas yang memang lahir dari jati diri dari setia daerah itu
sendiri, ternyata tidak semuanya benar. Bahasa yang kita gunakan sekarang
merupakan perkembangan Bahasa pada zaman Yunani kuno sekitar abad ke lima S.M.,
yang terus berkembang dari zaman ke zaman melalui kajian untuk mewujudkan
pemikiran manusia yang universal terhadap kehidupan yang akan berlangsung.
Sedangkan budaya lokal yang kita kenal selama ini dari masing -masing daerah
adalah bentuk dari kehidupan yang dijalani di satu daerah. Faktor mendasar
terbentuknya suatu kebudayaan lokal juga tidak lepas dari adanya Bahasa di
suatu daerah dan alkuturasi dari bangsa-bangsa lain, oleh karena itu antara
Bahasa dan kebudayaan lokal merupakan satu rumpun pembentuk jadi diri suatu
daerah yang telah lahir sejak zaman Yunani kuno.
Indonesia
adalah salah satu negara yang hampir setiap wilayah dan ke pulaunya mempunyai
Bahasa dan kebudayaan sendiri. Bahasa dan kebudayaan yang ada disetiap daerah
merupakan identitas dari setiap suku di Indonesia. Lahirnya Bahasa dan
kebudayaan yang kita kenal disetiap daerah tempat tinggal kita merupakan hasil
dari kesepakatan yang ada melalui tingkah laku, hingga setiap Bahasa dan
kebudayaan yang di hasilkan di setiap daerah berbeda antra satu dengan yang
lainnya. Semua perbedaan ini adalah keberagamaan yang seharusnya kita jaga
kelestariannya. Keberagaman yang ada di Indonesia menjadi lebih indah dengan
adanya alkuturasi yang terjadi di setiap daerah.
Di
zaman moder yang kita rasakan sekarang, banyak faktor yang menyebabkan
hilangnya jati diri suatu bangsa, baik dari segi Bahasa dan kebudayaan lokal.
Alkuturasi yang kita kenal tidak bisa lagi memfilter dengan baik budaya asing
yang masuk ke Indonesia, sehingga yang kita alami bukanlah memperindah
kebudayaan yang ada melainkan mengganti kebudayaan yang ada dengan kebudayaan
baru dari negara-nagara barat, yang sejatinya berlawanan dengan kebudayaan kita
sebagai orang timur.
Maka
disinilah peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian Bahasa
dan kebudayaan lokal agar tidak tergerus dengan perkembangan zaman. Mahasiswa
merupakan harapan dari negara agar bisa membawa perubaha (agen of chage) suatu bangsa menjadi lebih baik dengan tidak merubah
Bahasa dan kebudayaan lokal yang telah menemani bangsa Indonesia ini hingga
menjadi bangsa yang kuat seperti sekarang ini. Mahasiswa merupakan kaum
terpelajar yang akan membentuk bangsa ini menjadi bangsa yang berintelektual.
Oleh karena itu bangsa ini maju atau tidaknya hasil dari perbuatan kaum – kaum
terpelajar yang sering kita sebut sebagai mahasiswa.
Sejarah
Bahasa Indonesia terhadap Bahasa daerah
Negara dengan beribu pulau merupakan salah
satu julukan untuk Indonesia di mata dunia, setiap pulau yang ada menyimpan
keanekaragaman Bahasa dan budaya lokal, bahkan tidak hanya terpisah antara pulau
satu dengan yang lainnya, sering kita temui perbedaan Bahasa dan kebudayaan
lokal di satu pulau yang sama. Semua ini membuktikan bahwa bangsa ini mempunyai
potensial yang sangat bagus untuk menjadi titik perkembangan dunia di abad
modern, karena dengan begitu banyaknya Bahasa dan kebudayaan lokal yang kita
memiliki dapat menjadi salah satu contoh oleh bangsa lain untuk berkembang
seperti bangsa kita yang bisa berdampingan antara Bahasa dan kebudayaan yang berbeda.
Bahasa Indonesia merupakan Bahasa pemersatu bangsa kita sejak terngiang ikrar
sumpah pemudah pada tanggal 28 Oktober 1928, dari sinilah kita sebagai negara
yang mempunyai berbagai Bahasa lokal ini saling mengerti dan paham akan tujuan
bangsa yang besar ini melalui Bahasa persatuan. Setelah ikrar terucap
terbentuklah Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1997 yang berbunyi “Pendidikan dan
pengajaran Bahasa Indonesia ditingkatkan dan diperluas sehingga mencapai
masyarakat luas”.
Terlahirnya
Bahasa Indonesia yang sekarang kita gunakan sebagai Bahasa pemersatu bangsa ini,
tidak lepas dari peran penting Bahasa daerah yang kita memilih. Terlebih kita
sebagai mahasiswa telah lebih banyak mengetahui dari mana Bahasa Indonesia dijadikan
sebagai Bahasa pemersatu bangsa. Masyarakat Indonesia telah menjadikan Bahasa
Indonesia sebagai Bahasa dialog antara suku sebelum ditetapkan Bahasa Indonesia
sebagai Bahasa pemersatu (Nasional). Namun pada masa itu Bahasa Indonesia hanya
dikenal oleh masyarakat-masyarakat yang hidupnya berada di sekitar pesisir atau
perairan, karena di situlah masyarakat menjalin kehidupan antara suku yang
berbeda melalui perdangangan. Bahasa Indonesia ini terlahir dari salah satu
Bahasa daerah yang ada di belahan bumi bangsa ini, yaitu Bahasa melayu. Bahasa
melayu dijadikan sebagai Bahasa pemersatu karena di anggap mudah dipahami oleh
setiap kelompok dibandingkan dengan Bahasa daerah lainnya, salah satu contohnya
Bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan Bahasa terbesar di negara ini, namun bukan
Bahasa jawa lah yang digunakan sebagai Bahasa pemersatu bangsa dikarenakan
bahasa Jawa tidak mudah untuk dimengerti dikarenakan Bahasa jawa memiliki
banyak peribahasa seperti Bahasa Jawa Ngoko dan Krama, masing-masing pengucapan
dan intonasi berbeda antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, Bahasa pemersatu
tidak dipilih berdasarkan banyaknya orang yang menggunakan bahasa pada masa itu
melainkan Bahasa yang bisa di pelajari dan mudah untuk dipahami.
Bangsa
ini merupakan peradaban dunia yang seharusnya kita jaga dan kita lestarikan
agar tidak hilang tergerus oleh perkembangan zaman. Dengan adanya Bahasa
pemersatu bangsa tidak semestinya kita enggan mempelajari Bahasa daerah (Bahasa
ibu). Bahasa daerah sama dengan Bahasa Indonesia yang apabila kita menganggap bahasa
Indonesia sebagai jati diri sebuah bangsa maka sudah sangat jelas bahwa bahasa
daerah merupakan jati diri dari setiap suku yang ada di negara ini. Ada banyak
bahasa daerah yang kita miliki dari sabang sampai merauke, setiap bahasa daerah
memiliki ciri khas yang menggambarkan pola kehidupan masyarakatnya. Terkadang
kita sering menemukan berbagai Bahasa yang sama bentuk katanya, namun makna dan
maksudnya berbeda dan ada juga satu suku memiliki tutur kata yang berbeda, semua
itu disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor regional, sosial, historis,
profesional, dan terpengaruh oleh faktor kontak Bahasa. Semua faktor ini
menyebabkan perbedaan di antara individu satu dengan yang lain walaupun masih
dalam satu suku yang sama. Seperti contohnya Bahasa Jawa di pulau Jawa akan
berbeda dengan Bahasa Jawa di pulau lainnya seperti Bahasa Jawa di pulau
Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papuan yang merupakan warga transmigrasi pulau Jawa.
Oleh
karena itu sebagai generasi bangsa yang mempunyai cita-cita untuk memajukan
negara ini, harus tetap memperkaya Bahasa daerah dan mencegah dari kepunahan
akibat perkembangan zaman. Permasalahan besar yang kita hadapi dari masa ke
masa tidak akan pernah berhenti disatu titik, permasalahan ini akan terus
berlanjut hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.
Sejarah
kebudayaan lokal masyarakat Indonesia
Peradaban
negara ini tidak akan pernah lepas sendirinya tanpa masyarakatnya yang selalu
berbudaya dan bermoral dalam memperjuangkan dan mempertahankan peradaban
Indonesia. Moral yang dimiliki masyarakat menghantarkan peradaban Indonesia, yang
selama ini diakui sebagai peradaban yang baik dan memiliki kebudayaan yang
sangat menarik dari berbagai suku. Dari moral bangsa dapat melahirkan
kebudayaan lokal berkarakter yang dihasilkan secara murni dari masyarakat di
suatu daerah dan suku.
Kebudayaan
dan peradaban menjadi pembicaraan parah ahli, sehingga semakin berkembang
manusia maka akan semakin berkembang juga pola berpikirnya sehingga mempengaruhi
dari makna kedua kata tersebut. Sampai sekarang kata kebudayaan itu sendiri
mempunyai kurang lebih 160 defenisi, contohnya saja seperti kata cultuur
(Bahasa Belanda), kultur (Bahasa Jerman), culture (Bahasa Inggris) dan masih
banyak lagi kata yang menandakan maupun mendefenisikan makna dari kebudayaan.
Secara keseluruhan kebudayaan itu lebih menekankan kepada aspek rasional dan
moral. Beberapa defenisi ahli barat dan Indonesia tentang kebudayaan menjadi
perwakilan dari 160 defenisi yang ada. Pakar kebudayaan barat menyatakan bahwa kebudayaan
adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan
yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat
pendapat E. B. Tylor dalam buku “primitive culture” dan pakar kebudayaan
Indonesia dinyatakan oleh Prof. Dr.
Koentjaraningrat bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur
oleh tata kelakuan yang harus didapatnya dengan belajar
dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.
Masih banyak lagi pakar-pakar kebudayaan baik dari barat maupun Indonesia yang
menyatakan seperti apa kebudayaan itu sendiri.
Kebudayaan
di Indonesia sudah mengakar sejak zaman nenek moyang, kebudayaan dari masing-masing
suku terlahir dan diwariskan secara turun-temurun. Warisan kebudayaan ini
menjadi identitas sebuah suku bangsa dan harus tetap dilestarikan. Melestarikan
kebudayaan lokal sudah menjadi tanggung jawab dari setiap generasi, karena melestarikan
kebudayaan akan memudahkan orang lain mengenal sebuah sukun bangsa tersebut
dengan baik.
Akluturasi
merupakan penyumbang terbesar dari terbentuknya kebudayaan yang beraneka ragam.
Alkuturasi kebudayaan di Indonesia terlihat dari berbagai bentuk bangunan
berupa candi maupun yang berupa tarian tradisional sampai ke pementasan seperti
wayang dan pertunjukan lainnya. Alkuturasi mempunyai arti bahwa percampuran
kebudayaan asing dan kebudayaan lokal sehingga terbentuk kebudayaan baru tanpa
menghilangkan tradisi lama. Dari pengertian alkuturasi tersebut menyatakan
bahwa kebudayaan bangsa Indonesia juga ada percampuran dari kebudayaan bangsa
lain, yang berarti bangsa lain juga berperan terjadinya kebudayaan baru yang
ada di suatu generasi. Terjadinya alkuturasi ini diakibatkan adanya bangsa lain
yang masuk ke wilayah Indonesia yang pada awalnya hanya untuk berdagang,
seperti pedangang Tiangkok, Arab, Persia dan lainnya yang pernah menjajakan
kakinya di bumi Indonesia. Percampuran kebudayaan ini banyak juga terjadi pada
sistem kepercayaan pada waktu itu seperti agama Hindu-Budha yang percampuran
dengan kepercayaan lokal, sehingga tercipta candi yang berundak-udak. Setelah
kedatangan Hindu-Budha ke Indonesia datanglah bangsa Arab yang mengajarkan
sistem kepercayaan percaya dengan satu Tuhan. Banyak hasil kebudayaan yang ada
antara islam dengan agama Hindu-Budha yang hanya ada di Indonesia akibat
alkuturasi masyarakat. Kebudayaan islam dan Hindu-Budha yang teralkuturasi
seperti adanya menebar Bungan di makam saat melayat dan jika kita telusuri
kegiatan itu tidak ada kaitannya dengan ajaran agama islam. Kebudayaan yang ada
di Indonesia baik terbentuk melalui perundingan atau perilaku suku bangsa
tertentu maupun terbentuk akibat percampuran bangsa asing yang masuk secara
damai dengan cara berdagang dan masuk ke Indonesia dengan cara menjajah tanah
negeri. Semua itu merupakan sebuah peradaban yang membentuk kebudayaan yang
tidak akan pernah bisa dimiliki oleh bangsa mana pun di belahan bumi ini.
Bangsa
Indonesia merupakan salah satu bangsa yang mempunyai filter terbaik dari seluruh
bangsa yang ada di belahan bumi mana pun, terbukti bagaimana cara bangsa ini
memilih kebudayaan asing mana yang mana yang akan bersandingan atau yang lebih cocok
dengan kepribadian bangsa Indonesia. Banyak dari bangsa asing yang masuk ke
negeri ini, diantaranya adalah kebudayaan bangsa barat. Semua perilaku dan
perbuatan orang-orang barat bertentangan 360 derajat dengan negara Indonesia
yang kebudayaannya cenderung ke Timur Tengah. Nenek moyang bangsa Indonesia
memfilter apapun yang masuk untuk diambil kebaikannya dan ditinggalkan
keburukannya sehingga yang kita ketahui sekarang adalah hasil alkuturasi
kebudayaan bangsa Indonesia yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
Setiap suku yang tinggal di belahan bumi Indonesia memiliki kebudayaannya
masing-masing yang menggambarkan atau mencirikhaskan adat istiadat suatu suku.
Kebudayaan
suatu suku memiliki cerita dan filosopi tentang perjalanan suatu bangsa dari
mulai terbentuknya hingga menjadi sebuah kenangan yang harus diabadikan.
Melalui kebudayaan inilah sebagai generasi penerus bangsa bisa lebih mengenal
siapa dan dari mana dia berasal. Dengan mengetahui kebudayaan dari
masing-masing suku yang ada, maka tanpa kita sadari kita telah berupaya mempertahankan
adanya keberadaan kebudayaan tersebut, apalagi jika sebagai generasi penerus
bangsa ini kita ikut mempelajari dengan baik kebudayaan maka bisa dipastikan
kebudayaan yang kita punyai tidak akan pernah tergerus oleh perkembangan zaman.
Penyebab punahnya Bahasa dan
kebudayaan lokal
Generasi
milenium, masa dimana zaman yang sedang kita geluti, masa yang akan mengalami
perubahan dari masyarakat sedang ke masyarakat modern. Pada abad ke 20 inilah
awal dari persaingan yang tidak lagi melalui otot melainkan melalui otak dimana
di masa sekarang ini semua hal yang ada menggunakan akan mengedepankan
teknologi yang canggih. Alvin Toffeler menulis bahwa di masa yang akan datang
pada abad ke 21 merupakan dimana masa teknologi sangat canggih akan tersebar
luas di seluruh dunia. Sehingga jika semua itu terjadi maka setiap orang tidak
perlu pergi ke kantor untuk bekerja cukup di rumah untuk menyelesaikan
pekerjaannya. Pengaruh teknologi yang sangat canggih terhadap bahasa dan
kebudayaan lokal menjadi sektor utama, karena dari situlah semua yang ada dapat
muda diakses dan diperlihatkan dikalangan umum dan usia. Dari sinilah merupakan
salah satu alat yang dipergunakan oleh bangsa barat untuk lebih cepat memasukan
pemikirannya ke berbagai belahan dunia.
Beberapa
teknologi sekarang ini yang berperan aktif dalam penyebaran paham kebudayaan
barat dan kebudayaan-kebudayaan lain yang tak sejalan dengan kebudayaan
indonesia diantaranya, yaitu media masa. Media yang akan saya bahas tidak
semuanya karena media masa yang kita ketahui sekarang ini begitu banyak,
beberapa media masa yang akan saya bahas diantaranya televisi dan internet.
Televisi
merupakan salah satu media masa yang ada hingga di setiap pelosok daerah atau
bisa dikatakan masyarakat indonesia rata-rata memiliki yang namanya televisi.
Televisi adalah media hibur sebagai penghilang rasa penat setelah bekerja.
Peran televisi sebagai media hibur akhir-akhir ini sedikit berubah akibat
terlalu bebasnya media televisi mempublikasikan berbagai adegan yang mestinya
tidak pantas diperlihatkan di muka umum. Adegan-adegan ataupun perilaku yang
ditampilkan dalam layar televisi yang mestinya hanya untuk tontonan serang
sudah berubah menjadi tuntunan begitu juga sebaliknya yang seharusnya dijadikan
tuntunan berubah menjadi tontonan. Salah satu contohnya kostum yang digunakan
dalam adegan-adegan sinetron yang bertentangan dengan adat istiadat kebudayaan
lokal dan agama menjadi tuntunan generasi mudah zaman sekarang dan sebaliknya
yang seharusnya kebaikan-kebaikan untuk menjalankan syariat agama merupakan
tuntunan di jadikan sebuah tontonan, karena sejatinya agama apapun yang ada di
dunia tidak pernah mengajarkan kepada pemeluknya untuk menjadi tidak benar dan
tidak bermoral. Dari sinilah awal mulanya bibit-bibit virus perusak generasi
ditebarkan yang menyebabkan lunturnya kebiasaan baik dari setiap suku yang
telah lama ditanamkan di setiap kebudayaan. Dampak perilaku seperti itu dapat
membuat para generasi tidak lagi peduli dengan kebudayaan dan yang lebih
parahnya generasi muda lebih memilih kebudayaan baru untuk diterapkan dalam
kehidupan sehari-harinya dan meninggalkan kebudayaan lama hanya agar terlihat
keren dan mengikuti perkembangan zaman dan tren saat ini.
Perkembangan
dunia pada zaman sekarang ini dapat kita saksikan secara langsung setiap
detiknya dengan media masa yang sering kita kenal dengan nama internet.
Internet yang kita gunakan setiap harinya merupakan media masa yang sangat
berpengaruh dengan semua kegiatan yang ada pada saat ini, karena semua kegiatan
rata-rata pada zaman sekarang sangat tergantung dengan internet, banyak sekali
yang disajikan oleh internet di berbagai segi dan elemen dunia. Dibandingkan
dengan televisi, internet merupakan media masa yang sangat tidak bisa dibendung
penggunanya. Banyak hal yang perlu diperhatikan dari media masa yang satu ini,
karena d dalamnya banyak sekali mengandung hal-hal yang lebih negatif lagi dari
televisi walaupun tidak menutup kemungkinan internet adalah sumber untuk
menutup ilmu lebih banyak akan tetapi media internet sering sekali disalah gunakan
oleh pengguna. Penyalahgunaan media masa oleh generasi muda dapat membuat efek
yang sangat fatal. Apabila semua ini tidak segera diatasi maka akibatnya akan
membuat generasi penerus bangsa yang seharusnya mempunyai moral dan nilai-nilai
kebangsaan akan sedikit demi sedikit hilang dengan sendirinya.
Peran
kedua orang tua di sini sangat diperlukan karena pembentuk kepribadian anak itu
dimulai dari kecil dan kedua orang tua lah yang sangat bertanggung jawab untuk
menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kebudayaan dan bahasa lokal selain bahasa
indonesia dan bahasa penunjang lainnya seperti bahasa inggris. Di zaman modern
sekarang ini kebanyakan orang tua terlalu obsesi dengan bahasa asing, sehingga
tidak jarang dari kedua orang tua lupa mengajarkan bahasa daerahnya kepada
anaknya. Akibatnya anak tidak pernah tau dan tidak mengerti bahasa daerahnya serta
cara mengucapkan bahasa daerahnya. Selain mengajarkan anak tentang bahasa dan
kebudayaan, kedua orang tua juga harus selalu menjaga dan mengamati anak
tentang semua media sosial yang ada tanpa membatasi anak untuk berkembang
mengikuti perkembangan zaman dan agar tetap sejalan dengan moral bangsa
indonesia. Sebenarnya penyebab kepunahan bahasa dan kebudayaan yang telah
dibahas tidak hanya terjadi di satu generasi, dari anak-anak hingga orang tua
juga sudah banyak yang mengalami hal yang sama akibat perkembangan zaman.
Rasa
cinta bahasa dan kebudayaan lokal harus selalu dipupuk disetiap kalangan
generasi bangsa untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai luhur sebuah bangsa.
Mahasiswa merupakan tonggak awal pembawa perubahan karena mahasiswa mempunyai
peran penting dalam membawa perubahan yang besar terhadap sebuah bangsa.
Masyarakat pada umumnya menjadikan mahasiswa sebagai tolak ukur suatu bangsa
berkembang atau tidaknya dan tetap mengedepankan cinta terhadap bahasa dan
kebudayaan lokal. Sebagai mahasiswa yang mempunyai peran penting terhadap hal
ini dan selalu mempunyai pemikiran kritis terhadap berbagai bidang, kita
sebagai mahasiswa tidak bisa tinggal diam melihat masa depan bangsa kita tidak
terarah dalam segi moral maupun kebudayaan. Banyak sekali yang bisa dilakukan
oleh mahasiswa untuk melestarikan bahasa dan kebudayaan lokal, salah satunya mencari
metode baru yang lebih menarik untuk mempelajari bahasa dan kebudayaan lokal
agar masyarakat tertarik untuk mempelajarinya. Dengan perkembangan teknologi yang
tidak bisa dibendung lagi sebenarnya jika kita bisa memanfaatkan peluang dengan
benar di era sekarang ini, kita bisa menjadikan teknologi ini sebagai sarana
utama untuk menarik minat masyarakat indonesia agar mau mempelajari bahasa dan
kebudayaan lokal. Perkembangan teknologi tidak bisa kita hindari lagi, oleh
karena itu kita harus bisa berfikir bagaimana kita bisa menciptakan hal yang
baru menggunakan teknologi yang kian hari berkembang tanpa harus menghilangkan
teknologi dalam kehidupan.
DAFTAR PUSTAKA
Bloomfield, Leonard, Noor
Ein Mohd. Noor (Penterjemah). 1992.
Bahasa. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kemenrtian Pendidikan
Malaysia
Purwoko, Herudjati dan Ignatia M. Hendrarti. 2004. Rekayasa Bahasa dan Sastra Nasional. Semarang: Penerbit Masscom
Media.
Kongres Kebudayaan. 1991. Daya
Cipta dan Perkembangan Budaya. Penerbit Kebudayaan Kita Kemarin Kini dan
Esok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar