Dengan konten yang informatif dan terpercaya, blogger ini membahas teknik-teknik terkini di Indonesia. Mereka menyoroti berbagai topik yang diminati pembaca, memberikan panduan praktis dan tips terbaik. Tulisan-tulisannya menjelaskan dengan jelas dan terperinci, memberikan pemahaman mendalam dalam bahasa yang mudah dipahami. Blog ini telah menjadi favorit pembaca berkat kualitas kontennya yang kaya dan relevan dengan kebutuhan pembaca.
Selasa, 07 November 2017
Minggu, 08 Oktober 2017
Artikel Kesejahteraan Masyarakat Desa di Indonesia
Kesejahteraan
Masyarakat Desa di Indonesia
Pertambahan penduduk di
Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Menurut data Badan
Pusat Statistik Indonesia melalui sensus penduduk tahun 2010 diketahui jumlah
penduduk Indonesia sebanyak 237.641.326. Pertambahan penduduk yang semakin
meningkat tersebut harusnya disertai dengan peningkatan kesejahteraan
masyarakatnya, namun sampai saat ini kesejahteraan masyarakat di Indonesia
masih kurang merata terbukti dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang hidup
di bawah garis kemiskinan yang mengakibatkan kesenjangan sosial ekonomi. Dari
permasalahan yang muncul ini siapakah yang harus disalahkan? Pemerintah atau
rakyat? Perekonomian Indonesia yang sekarang carut marut juga menjadi penyebab
permasalahan ini.
Kebijakan pemerintah dalam
menentukan RAPBN dan APBN mungkin sudah benar akan tetapi dalam pelaksanaannya
masih terdapat masalah dan penyalahgunaan kekuasaan yang akhirnya berimbas pada
rakyat. Pembagian alokasi anggaran dana pemerintah dan rakyat sendiri terbilang
tidak seimbang. Anggaran yang ada di negara kita sendiri masih banyak
diperuntukkan untuk pemerintah dibanding untuk rakyat. Padahal di Indonesia ini
masih banyak penduduk yang belum sejahtera dalam hal ekonomi. Hal ini
disebabkan karena penyediaan fasilitas pelayanan publik oleh pemerintah kurang.
Alokasi Belanja Negara pada
APBN 2015 sebesar Rp 2.039,5 T digunakan Rp 638 T (31%) untuk transfer ke
daerah, Rp 9,1 T untuk dana desa, Rp 647,3 T (32%) untuk belanja kementerian
negara atau lembaga, Rp 414,7 T (20%) untuk subsidi, Rp 152 T (8%) untuk
pembayaran bumga utang, dan Rp 178,4 T (9%) untuk belanja lainnya.
Alokasi Belanja Negara pada
APBNP 2015 sebesar Rp 1.984,1 T digunakan Rp 643,8 T (32%) untuk transfer ke
daerah, Rp 20,8 T (1%) untuk dana desa, Rp 795,5 T (40%) untuk belanja
kementerian negara atau lembaga, Rp 212,1 T (11%) untuk subsidi.
Alokasi Belanja Pemerintah
Pusat menurut fungsi pada APBN 2015 sebesar Rp 1.392,4 T digunakan Rp 891,8 T
(64%) untuk pelayanan umum, Rp 146,4 T (10,5%) untuk pendidikan, Rp 143,5 T
(10,3%) untuk ekonomi, Rp 96,8 T (7%) untuk pertahanan, Rp 46,1 T (3,3%) untuk
ketertiban dan keamanan, Rp 21,1 T (1,5%) untuk kesehatan, Rp 20,5 T (1,5%)
untuk perumahan dan fasilitas umum, Rp 10,7 T (0,8%) untuk lingkungan hidup, Rp
8,3 T (0,6%) untuk perlindungan sosial, Rp 5,3 T (0,4%) untuk agama, dan Rp 1,9
T (0,1%) untuk pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dari data yang tersedia, kita
dapat melihat bahwa alokasi dana untuk masyarakat apalagi masyarakat di desa
sangat kurang. Ini yang menyebabkan mengapa banyak orang desa memilih merantau
ke kota untuk mencari pekerjaan. Masyarakat desa berpikir bahwa dengan
melakukan urbanisasi, mereka mendapatkan kehidupan yang layak di kota. Namun
sekarang, bukannya mendapat kesejahteraan akan tetapi mendapat kesengsaraan
yang akhirnya menambah permasalahan di Indonesia. Desa merupakan penyumbang dan
penghasil komoditas pangan terbesar di negara. Di desa lah bahan pangan
dikembangkan dan hasilnya disalurkan ke berbagai daerah. Hasil pertanian,
perkebunan hingga peternakan pengembangannya terpusat di desa-desa. Harusnya
alokasi dana pemerintah untuk desa dapat ditambah jumlahnya.
Untuk menyalurkan komoditas
bahan pangan tersebut para penduduk desa maupun kota memerlukan penyediaan jalur
transportasi yang baik agar bahan pangan sampai ke tujuan dengan cepat. Alokasi
dana dari pemerintah juga dapat digunakan untuk peningkatan jumlah dan kualitas
bahan pangan yang dihasilkan. Sampai sekarang, Indonesia masih mengimpor bahan
pangan dari luar negeri padahal bahan pangan dari dalam negeri sendiri melimpah
dan tidak kalah bagus kualitasnya juga. Untuk apa membuang dana untuk impor
apabila dana tersebut bisa dialokasikan untuk pengembangan desa dan perbaikan
jalur transportasi untuk penyaluran komoditas bahan pangan dari desa ke kota
maupun daerah terpencil.
Kemudian, desa sekarang
dijadikan sebagai wilayah industri. Dari tahun ke tahun jumlah unit industri di
Indonesia semakin bertambah. Dari data Badan Pusat Statistik Indonesia dapat
dilihat bahwa pada tahun 2013 terdapat 23 698.00 unit industri besar sedang dan
2 887 015.00 unit industri mikro, menjadi 23 744.00 unit industri besar sedang
dan 3 220 563.00 unit industri mikro pada tahun 2014. Data ini menunjukkan
bahwa semakin banyak wilayah yang digunakan untuk kegiatan industri.
Industri-industri ini menggeser wilayah pedesaan menjadi wilayah penuh dengan
bangunan pabrik. Banyak orang desa yang terpaksa pindah akibat hal tersebut.
Mereka pindah karena tempat pencaharian mereka dirampas meskipun ada beberapa
yang bersikukuh tetap tinggal. Sebenarnya, adanya industri tersebut harusnya
dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar akan tetapi faktanya
sekarang para pemilik industri lebih memilih tenaga ahli. Akibatnya, terjadi
kesenjangan sosial antara penduduk desa yang ada di pinggiran wilayah industri
dengan para pekerja industri. Padahal tingkat pengangguran di Indonesia sendiri
sekarang sangat tinggi. Sebenarnya Sumber Daya Manusia yang ada di Indonesia
memiliki potensi tinggi untuk dijadikan tenaga kerja ahli apabila penyediaan
fasilitas dan pelatihan oleh pemerintah memadai.
Nah, disini kita harusnya
memperbaiki dari permasalahan pendidikan terlebih dahulu untuk memperbaiki
permasalahan ekonomi di kedepannya. Pendidikan sangat berguna untuk
meningkatkan skill setiap orang maka dari itu pendidikan sangat dibutuhkan
untuk terciptanya para pekerja yang terdidik dan terlatih. Kita lihat bagaimana
pendidikan yang ada di Indonesia sekarang, masih kurang memadai dalam hal
fasilitas penunjang pendidikan. Banyak anak di bawah usia produktif lebih
memilih mencari nafkah dengan alasan untuk membantu keluarganya memenuhi
kebutuhan hidup daripada harus mencari ilmu. Anak-anak tersebut sebenarnya
ingin bersenang-senang dengan teman sebayanya dan pergi bersekolah untuk
mencari ilmu. Akan tetapi keadaan ekonomi memaksa mereka berdiam diri dirumah
maupun bekerja, ironis memang melihat fakta yang ada.
Sumber
artikel :https://www.kompasiana.com/dheanovitasari/kesejahteraan-masyarakat-desa-di-indonesia_567803c3569373130885c0dd
Opini pembaca Artikel
Dari
artikel yang telah saya baca mengenai Kesejahteraan Masyarakat Desa di
Indonesia dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan masyarkat khususnya di daerah
pedesaan sangatlah minim meskipun pemerintahan telah mengalokasikan sebagian dana
dari APBN ke desa-desa, dianntaranya yang sangat menjadi perhatian dari semua
kalangan masyarakat Indonesia adalah dalam bidang ekonomi dan Pendidikan. Saya akan
membahas tentang Pendidikan terlebih dahulu, di
Indonesia Pendidikan masing menjadi pelihan nomer sekian oleh beberapa
masyarakat di desa kerena kurangnya sosialisasi pemerintahan tentang pentingnya
Pendidikan dihari tua nanti dan bukan hannya kurangnya sosialisa, ada juga
faktor yang mengakibatkan sistem Pendidikan kurang diminatti oleh para pencari ilmu salah
satu yang sangat tampak adalah karena masalah ekonomi yang menghambat seseorang
untuk mengenyam sistem Pendidikan di Indonesia. Mereka lebih memilih untuk
mencari uang dari pada untuk mencari ilmu dan memperbaikin setatus sosial di
masyarakat disebabkan oleh banyaknya di anatara mereka dituntut untuk
menggantikan posisi orang tua yang tak sanggup mencari uang. Dari situlah
meraka lebih memilih mancari uang dari padsa mencari ilmu.
Dengan
putusnya sistem Pendidikan diusia dini mengakibatkan
generasi penerus bangsa tidak mempunyai kemampuan bersaing di Dunia gelobal. Tidak
bisanya bersaing di Dunia gelobal mengakibatkan keterpurukan kesejahteraan
masyarakat di Indonesia karena sekarang di desa-desa sering dijumpai
pabrik-pabrik yang statusnya adalah swasta. Berdirinya pabrik-pabrik yang ada
di bagian wilayah pendesaan mengakibatkan sedikit banyaknya mata pencarian
warga setempat atau masyarakat menghilang. Adanya pabrik-pabrik yang seharusnya
dapat menjadi lapang baru untuk warga setempat dan menjadi pusat perekonomian untuk
daerah. Namun faktanya pabrik-pabrik yang berdiri lebih memilih tenaga ahli
dari luar negri yang mengakibatkan banyak masyarakat sekitar harus pergi dari
tempat tinggalnya dan mencari mata
pencarian baru. Itu semua diakibatkan kurang ilmu pengetahuan dikalangan
masyarakat pendesaan yang dianggap tidak pantas untuk bekerja disuatu pabrik
yang seharusnya pabrik dan pekerjanya itu milik anak bangsa ini.
Seharusnya
dengan jumlah penduduk di Indonesia yang sangat banyak dan lapangan pekerjaan
yang sangat mudah diciptakan oleh pemerintah dapat merubah kesejahtraan
masyarakat di pedesaan maupun diperkotaan dan sebenarnya semua sistem yang
dilakukan oleh pemerintahan telah menujuh kearah yang ada dalam artikel yang
berjudul Kesejahteraan Masyarakat Desa di Indonesia,. Namun sistem yang
dijalankan tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya. Karena semua anggaran
APBN telah di rinci sebagaimana mestinya untuk merubah semua sistem
pemerintahan Indonesia menjadi lebih baik.
Oleh
karena itu jika pemerintah hendak memajukan kesejahtraan masyarakat terutama
yang harus diubah dari sistem pemerintahaan adalah memperbaiki sistem Pendidikan
di Indonesia agar generasi muda Indonesia mempunyai piola pikir yang matang,
kritis serta menjadi bangsa yang besar seperti apa yang dicita-citakan parah
pahlawan bangsa dan negara. Terlebih lagi pemerintahan Indonesia dapat menjalankan sistem yang ada agar rakuyat Indonesia bisa mempunyai
kesajetraan yang sama satu sama lain.
Langganan:
Postingan (Atom)
Exploring the Field of Electrical Engineering
Exploring the Field of Electrical Engineering Electrical Engineering is a versatile and highly sought-after discipline that encompasses the ...
-
Exploring the Field of Electrical Engineering Electrical Engineering is a versatile and highly sought-after discipline that encompasses the ...
-
PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA Pertumbuhan dan perkembangan sumber daya manusia di negeri ini besar ke tiga setelah Cina dan India. Dari...