PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA
Pertumbuhan dan perkembangan sumber daya manusia di negeri ini besar ke tiga setelah Cina dan India. Dari pendataan atau sensus penduduk mulai tahun 1990 hingga sekarang populasi perkembangan penduduk di setiap tahun menambah 1,98% per tahunnya.
Jika dilihat dari peta perkembangan populasi masyarakat Indonesia, maka ada kesenjangan antara daerah satu dengan yang lainnya dari 24 propinsi yang ada. Tingkat kesenjangan ini lah yang menyebabkan adanya penyebab kemakmuran dari suatu daerah, terutama di pedesaan dan perkotaan. Walaupun di perkotaan terlihat sangat maju dari pada di desa, namun untuk lapangan pekerjaan akan sangat sulit dicari di bandingkan daerah pedesaan. Oleh karena itu, banyak kita jumpai kesenjangan ekonomi antara si miskin dan si kaya.
Kurangnya lapangan pekerjaan dapat berakibat terhadap faktor produktivitas masyarakat itu sendiri. Maka peran pemerintah sangat diperlukan untuk mengatur dan menyeimbangkan keadaan agar tidak menjadi penyebab dari kesenjangan ekonomi yang sangat parah. Solusi dari masalah yang sedang di hadapi masyarakat Indonesia saat ini, yaitu dengan diadakan program transmigrasi. Dengan adanya program transmigrasi akan membantu mengurangi populasi yang tidak dapat diatasi lagi terutama di pulau jawa.
1. Pertumbuhan Penduduk dan Lingkungan Hidup
Pertumbuhan penduduk menurut Wikipedia adalah perubahan sewaktu-waktu yang dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu, dalam sebuah populasi, dan dalam satuan menit per waktu. Penyebab dari pertumbuhan penduduk adalah dari tingkat angka kelahiran, urbanisasi dan tingkat kematian di suatu daerah. Jika angka kelahiran dan urbanisasi tinggi di suatu daerah maka bisa dipastikan akan meningkat populasinya dan jika tingkat kematian di daerah tersebut tinggi maka akan menurunkan tingkat pertumbuhan penduduk di daerah tersebut.
Peningkatan penduduk dapat menyebabkan kegiatan sosial ekonomi, kebutuhan masyarakat dan prasarana. Maka semakin tingginya tingkat populasi di suatu daerah menyebabkan masalah baru yang dihadapi. Masalah yang timbul jika populasi meningkat, yaitu kebutuhan infrastruktur, pemukiman liar dan pencemaran lingkungan.
Infrastruktur merupakan syarat mutlak untuk mencitakan permukiman yang sehat, aman, harmonis dan berkelanjutan. Masalah ini timbul akibat bertambahnya populasi, jumlah pemilik kendaraan dan pembangunan komersial di sekitar perkotaan. Menciptakan lingkungan yang ideal harus memerlukan infrastruktur dan fasilitas umum permukiman. Infrastruktur yang dimaksud seperti jalan lokal, saluran drainase, pengadaan air bersih, pembuangan limbah, listrik.
Masalah yang sering dihadapi di permukiman adalah kumuh nya suatu daerah akibat pertumbuhan penduduk yang tidak bisa dikontrol. Lahan merupakan salah satu faktor juga untuk menciptakan lingkungan yang kondusif. Banyak pendatang dari luar kota yang menyebabkan muncul permukiman liar di beberapa tempat. Permukiman yang tidak tertata rapai dan berada ditempat yang seharusnya steril dari hal-hal yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Seperti yang sering kita lihat di pinggiran bantaran sungai yang seharusnya tidak ada aktivitas permukiman, sehingga menyebabkan pencemaran. Limbah olahan rumah tangga merupakan penyebab dari pencemaran lingkungan. Tidak terkontrolnya populasi dan permukiman liar di suatu daerah bisa menyebabkan malah petaka yang tidak kita bayangkan sebelumnya.
Usaha-usaha pemerintah yang dilakukan sedini mungkin dapat mencegah kemungkinan besar terjadinya hal-hal yang buruk. Transmigrasi ke tempat yang lebih rendah tingkat populasi penduduknya dapat menjadi alternatif utama pemerintah untuk mencegah kesenjangan penduduk di suatu daerah. Dengan cara itu masyarakat luas akan menerima hasil positifnya beberapa tahu kedepan.
2. Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Pendidikan
1. Pertumbuhan Penduduk
Perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan pada suatu sebelumnya merupakan pengertian dari pertumbuhan penduduk yang kita kenal. Kita dapat mempelajari pertumbuhan penduduk dalam senjang berapa tahun contoh interval tahub 2015 sampai 2019.
Pertumbuhan penduduk dibagi atas dua hal berikut:
1. Pertumbuhan Penduduk Secara Alami
Pertumbuhan secara alami merupakan selisih jumlah kelahiran dan kematian. Yang dilambangkan L sebagai jumlah kelahiran dan M jumlah kematian.
2. Pertumbuhan Penduduk lokal
Pertumbuhan penduduk total memperhitungkan atau menghitung migrasi (imigrasi dan emigrasi) yang dilambangkan dengan L jumlah kelahiran, M jumlah kematian, I jumlah imigrasi dan e jumlah emigrasi. Pertumbuhan penduduk dapat digolongkan dalam kategori tinggi, sedang dan rendah. Pertumbuhan penduduk tinggi apabila lebih dari 2%, sedang 1%-2% dan rendah jika kurang dari 1%.
2. Tingkat Pendidikan
Pendidikan di Indonesia dapat di bedakan antaran penduduk yang sangat peduli dan tidak sama sekali. Penduduk yang peduli dengan pendidikan dapat dibedakan dari tingkat pendidikannya, seperti kelompok sekolah, taman bermain, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan tingkat perkuliahan atau perguruan tinggi.
Tingkat pendidikan berkaitan erat dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguasaan ilmu berakibat terhadap kebutuhan hidup, sehinga taraf hidup semakin meningkat dan sebaliknya jika tingkat penguasaan ilmunya minim maka menghambat kemajuan taraf kehidupan.
Pendidikan di Indonesia masih tergolong renda. Beberapa hal penyebabnya sebagai berikut:
1. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
2. Pendapatan penduduk yang relatif rendah.
3. Tidak meratanya sarana pendidikan.
a) Tingkat pendidikan dasar, menegah pertama dan atas
Pendidikan dasar diselenggarakan untuk memberikan tentang ilmu-ilmu dasar untuk terjun langsung ke masyarakat dalam pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan menengah. Oleh karena itu pemerintah mewajibkan untuk sekolah 9 tahun. Dan juga tertulis dalam UU RI No. 20 Tahun 2013 pasal 6 ayat 1 bahwa “setiap warga negara yang berusia 7 tahun sampai 15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Namun sekarang pemerintah mewajibkan sekolah 12 tahun (UU No. 20 2003 VI Bab VI Pasal 18 Ayat 1-3).
b) Perkuliahan atau perguruan tinggi
Pendidikan tinggi merupakan kelanjutan dari pendidikan menengah, sebagai persiapan menghadapi kehidupan nyata di lingkungan masyarakat. Tujuan dari perguruan tinggi untuk menciptakan ilmuwan-ilmuwan yang memiliki kemampuan lebih. Di perguruan tinggi akan diperkenalkan dan akan diterapkan tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
3. Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan Dengan Lingkungan Hidup
Pertumbuhan penduduk merupakan perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. Faktor yang mempengaruhi dari segi tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk. Manusia merupakan mahluk hidup yang sangat kreatif dari segala aspek. Namun untuk mengubah kualitas lingkungan yang lebih baik tergantung dari taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuat perubahan dalam satu lingkup dan dampaknya juga sangat tidak terpengaruh di wilayah tersebut.
WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental serta sosial dan bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”, termuat dalam UU No. 9 Tahun 1960 tentang pokok-pokok kesehatan. Dalam Bab 1, Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah meliputi kesehatan badan (somatik), rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”.
4. Pertumbuhan penduduk dan kelaparan
Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat dapat menyebabkan dampak negatif, salah satunya kemiskinan. Kemiskinan merupakan keadaan ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar sandang pangan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kurangnya alat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kemiskinan berdampak terhadap ekonomi yang berujung kematian akibat kelaparan.
Penyebab kelaparan, mulai dari kemiskinan, kekeringan, gagal panen, SDM yang kurang, pertambahan penduduk yang tidak terkendali, dan konflik sosial politik. Jika masala tersebut tidak segera diselesaikan maka akan mengakibatkan hal-hal seperti kelaparan dan tindakan kriminalitas.
5. Kemiskinan dan Keterbelakangan
Kemiskinan disebabkan oleh banyak faktor diantaranya adalah:
1. Penyebab individu atau patologis
2. Keluarga
3. Budaya
4. Agensi (mengaitkan akibat perilaku orang lain)
5. Struktural (keadaan sosial masyarakat).
Keterbelakangan masyarakat indonesia disebabkan adanya:
1. Laju penduduk yang tidak terkendali
2. Pengangguran relatif banyak
3. Kurangnya perhatian dari pemerintahan
4. Tingkat pendidikan yang rendah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar