Kelas : 3IB01
NPM : 16417120
A. Alih Kondisi atau Percabangan
1.
Analisa Kondisi dan Aksi Dengan
Satu Kondisi
·
Notasi Algoritmik unruk analisa
dengan satu kasus adalah dengan menggunakan Struktur IF-Than (Jika-Maka)
·
Aksi sesudah kata then (dapat
berupa satu kata lebih aksi) hanya akan dilaksanakan bila kondisi bernilai
(true). Bila kondisi bernilai salah (false) yang berarti tidak ada aksi apapun
yang dikerjakan.
·
Contoh Kasus percabangan 1 kasus IF-THEN
·
Program IF-THEN
Var
Nilai:interger;
Begin
Write(‘masukkan
Nilai Ujian’);
Readln(nilai);
If nilai>60
then
Write(‘Anda
Lulus’); {kasus 1}
Readln;
End.
2.
Analisa Kondisi dan Aksi Lebih dari 1 Kondisi (kasus)
·
Notasi algoritmik untuk analisis
dengnan dua buah kasus adalah dengan menggunakan strguktur IF-THEN-ELSE (jika-maka-kalau
tidak).
![]() |
·
Aksi 1 akan dilaksanakan jhika
kondisdi benar, tetapi jika kondisi bernilai salah, maka aksi 2 yag akan
dilaksanakan. Perhatikan bahwa else menyatgakan ingkaran (negation) dari
kondisi.
·
Contoh percabangan 2 kasus
·
Program IF-THEN ELSE
Var
Nilai:interger;
Begin
Write(‘masukkan
Nilai Ujian’);
Readln(nilai);
If nilai>60
then
Write(‘Anda
Lulus’); {kasus 1}
Else
Write(‘Anda
Tidak Lulus’); {kasus 2}
Readln;
End.
B. Perulangan atau Looping
1.
Membatasi looping
·
Struktur pengulangnan FOR digunakan untuk menghasilkan pengulangan
jumlah kali yang dispesifikasikan.
·
Jumlah pengulangan diketahui atau
dapat ditentukan dalam sebuah eksekusi.
·
Jika cacah pengulangan sudah
mencapai jumlah yang dispesifikasikan,
maka proses pengulangan berhenti.
·
Contoh flowchart program FOR
·
Program FOR
Algoritma Programnya Program CETAK_N_ANGKA;
{MENCETAK 1,2,…,N ke piranti keluaran}
Var {*DEKLARASI*}
N : interger;
K : interger;
Begin {*DEKLARASI*}
WRITE(“Jumlah Angka
Yangn Akan diCetak =’);
Read(N);
For k≔1 to N do {Ulangi Sebanyak N Kali}
Writeln(k);
End.
2.
Perputaran Kembali
a.
Struktur While
·
Bentuk umum
![]() |
·
Aksi akan dilakkukan berulang kali
selama kondisi bernilai true. Jika kondisi false tidak akan terjadio
pengulangan.
·
Yang menjadi perhatian adalah
pengulangan harus berhenti.
·
Pengulangan yang tidak pernah
berhenti menandakan bahwa logika algoritma tersebut salah.
·
Agar kondisi suatu saat bernilai
false, maka didalam badadn pengulangan harus ada intruksi yang mengubah
kondisi.
·
Contoh Flowchar dan program denga
while
·
Program WHILE
Program Jumlah_Bilangan;
Uses crt;
Const
Batas_Awal = 0;
Batas_Akhir =
15;
Var
I, Jml : integer;
Begin
clrscr;
writeln('---------------------------------------------------');
writeln(' Jumlah
Bilangan Bulat 0 - 15 ');
writeln('---------------------------------------------------');
I := Batas_Awal;
Jml := 0;
While I <= Batas_Akhir do
Begin
writeln(I);
Jml:=Jml + 1;
I:=I+1;
end;
·
Analisa Kasus
Misalkan dibaca
berturut-turut data: 11, 5, 3, 8, -88, maka jumlah seluruh
nilai adalah 11 +5 + 3 + 8 = 27
While (k <> -88)
Input(k);
jum := Jum + k;
Write (jum);
writeln('Jumlah
bilangan Bulat dari ',Batas_Awal,' Sampai ',Batas_Akhir,' adalah = ',Jml);
readln;
end.
3.
Counter
·
Counter adalah variabel yang
bertambah atau berkurang nilai datanya denga interval tertentu atau tetap.
·
Flowchart program counter
·
Program Counter
Algoritma Cetak
bilangan 1 sampai 2 :
i=1
While i < 3 do
Begin writeln
(‘Data ke ‘,i)
i := i + 1
End
·
Analisa Program
i = i + 1
i = 1
i = 1+1= 2
i=2
i = 2+1 = 3
Sumber Referensi:
https://www.slideshare.net/arianarpies/algoritma-pemrograman-flowchart-logika-dan-algoritma


