Minggu, 18 November 2018

Teori Lingkungan


PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA
Pertumbuhan dan perkembangan sumber daya manusia di negeri ini besar ke tiga setelah Cina dan India. Dari pendataan atau sensus penduduk mulai tahun 1990 hingga sekarang populasi perkembangan penduduk di setiap tahun menambah 1,98% per tahunnya.
Jika dilihat dari peta perkembangan populasi masyarakat Indonesia, maka ada kesenjangan antara daerah satu dengan yang lainnya dari 24 propinsi yang ada. Tingkat kesenjangan ini lah yang menyebabkan adanya penyebab kemakmuran dari suatu daerah, terutama di pedesaan dan perkotaan. Walaupun di perkotaan terlihat sangat maju dari pada di desa, namun untuk lapangan pekerjaan akan sangat sulit dicari di bandingkan daerah pedesaan. Oleh karena itu, banyak kita jumpai kesenjangan ekonomi antara si miskin dan si kaya.
Kurangnya lapangan pekerjaan dapat berakibat terhadap faktor produktivitas masyarakat itu sendiri. Maka peran pemerintah sangat diperlukan untuk mengatur dan menyeimbangkan keadaan agar tidak menjadi penyebab dari kesenjangan ekonomi yang sangat parah. Solusi dari masalah yang sedang di hadapi masyarakat Indonesia saat ini, yaitu dengan diadakan program transmigrasi. Dengan adanya program transmigrasi akan membantu mengurangi populasi yang tidak dapat diatasi lagi terutama di pulau jawa.
1.      Pertumbuhan Penduduk dan Lingkungan Hidup
Pertumbuhan penduduk menurut Wikipedia adalah perubahan sewaktu-waktu yang dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu, dalam sebuah populasi, dan dalam satuan menit per waktu. Penyebab dari pertumbuhan penduduk adalah dari tingkat angka kelahiran, urbanisasi dan tingkat kematian di suatu daerah. Jika angka kelahiran dan urbanisasi tinggi di suatu daerah maka bisa dipastikan akan meningkat populasinya dan jika tingkat kematian di daerah tersebut tinggi maka akan menurunkan tingkat pertumbuhan penduduk di daerah tersebut.
Peningkatan penduduk dapat menyebabkan kegiatan sosial ekonomi, kebutuhan masyarakat dan prasarana. Maka semakin tingginya tingkat populasi di suatu daerah menyebabkan masalah baru yang dihadapi. Masalah yang timbul jika populasi meningkat, yaitu kebutuhan infrastruktur, pemukiman liar dan pencemaran lingkungan.
Infrastruktur merupakan syarat mutlak untuk mencitakan permukiman yang sehat, aman, harmonis dan berkelanjutan. Masalah ini timbul akibat bertambahnya populasi, jumlah pemilik kendaraan dan pembangunan komersial di sekitar perkotaan. Menciptakan lingkungan yang ideal harus memerlukan infrastruktur dan fasilitas umum permukiman. Infrastruktur yang dimaksud seperti jalan lokal, saluran drainase, pengadaan air bersih, pembuangan limbah, listrik.
Masalah yang sering dihadapi di permukiman adalah kumuh nya suatu daerah akibat pertumbuhan penduduk yang tidak bisa dikontrol. Lahan merupakan salah satu faktor juga untuk menciptakan lingkungan yang kondusif. Banyak pendatang dari luar kota yang menyebabkan muncul permukiman liar di beberapa tempat. Permukiman yang tidak tertata rapai dan berada ditempat yang seharusnya steril dari hal-hal yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Seperti yang sering kita lihat di pinggiran bantaran sungai yang seharusnya tidak ada aktivitas permukiman, sehingga menyebabkan pencemaran. Limbah olahan rumah tangga merupakan penyebab dari pencemaran lingkungan. Tidak terkontrolnya populasi dan permukiman liar di suatu daerah bisa menyebabkan malah petaka yang tidak kita bayangkan sebelumnya.
Usaha-usaha pemerintah yang dilakukan sedini mungkin dapat mencegah kemungkinan besar terjadinya hal-hal yang buruk. Transmigrasi ke tempat yang lebih rendah tingkat populasi penduduknya dapat menjadi alternatif utama pemerintah untuk mencegah kesenjangan penduduk di suatu daerah. Dengan cara itu masyarakat luas akan menerima hasil positifnya beberapa tahu kedepan.
2.      Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Pendidikan
1.      Pertumbuhan Penduduk
Perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan pada suatu sebelumnya merupakan pengertian dari pertumbuhan penduduk yang kita kenal. Kita dapat mempelajari pertumbuhan penduduk dalam senjang berapa tahun contoh interval tahub 2015 sampai 2019.
Pertumbuhan penduduk dibagi atas dua hal berikut:
1.      Pertumbuhan Penduduk Secara Alami
Pertumbuhan secara alami merupakan selisih jumlah kelahiran dan kematian.  Yang dilambangkan L sebagai jumlah kelahiran dan M jumlah kematian.
2.      Pertumbuhan Penduduk lokal
Pertumbuhan penduduk total memperhitungkan atau menghitung migrasi (imigrasi dan emigrasi) yang dilambangkan dengan L jumlah kelahiran, M jumlah kematian, I jumlah imigrasi dan e jumlah emigrasi. Pertumbuhan penduduk dapat digolongkan dalam kategori tinggi, sedang dan rendah. Pertumbuhan penduduk tinggi apabila lebih dari 2%, sedang 1%-2% dan rendah jika kurang dari 1%.
2. Tingkat Pendidikan
Pendidikan di Indonesia dapat di bedakan antaran penduduk yang sangat peduli dan tidak sama sekali. Penduduk yang peduli dengan pendidikan dapat dibedakan dari tingkat pendidikannya, seperti kelompok sekolah, taman bermain, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan tingkat perkuliahan atau perguruan tinggi.
Tingkat pendidikan berkaitan erat dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguasaan ilmu berakibat terhadap kebutuhan hidup, sehinga taraf hidup semakin meningkat dan sebaliknya jika tingkat penguasaan ilmunya minim maka menghambat kemajuan taraf kehidupan.
Pendidikan di Indonesia masih tergolong renda. Beberapa hal penyebabnya sebagai berikut:
1. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
2. Pendapatan penduduk yang relatif rendah.
3. Tidak meratanya sarana pendidikan.
a)      Tingkat pendidikan dasar, menegah pertama dan atas
Pendidikan dasar diselenggarakan untuk memberikan tentang ilmu-ilmu dasar  untuk terjun langsung ke masyarakat dalam pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan menengah. Oleh karena itu pemerintah mewajibkan untuk sekolah 9 tahun. Dan juga tertulis dalam UU RI No. 20 Tahun 2013 pasal 6 ayat 1 bahwa “setiap warga negara yang berusia 7 tahun sampai 15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Namun sekarang pemerintah mewajibkan sekolah 12 tahun (UU No. 20 2003 VI Bab VI Pasal 18 Ayat 1-3).
b)      Perkuliahan atau perguruan tinggi
Pendidikan tinggi merupakan kelanjutan dari pendidikan menengah, sebagai persiapan menghadapi kehidupan nyata di lingkungan masyarakat. Tujuan dari perguruan tinggi untuk menciptakan ilmuwan-ilmuwan yang memiliki kemampuan lebih.  Di perguruan tinggi akan diperkenalkan dan akan diterapkan tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

3.      Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan Dengan Lingkungan Hidup
Pertumbuhan penduduk merupakan perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. Faktor yang mempengaruhi dari segi tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk. Manusia merupakan mahluk hidup yang sangat kreatif dari segala aspek. Namun untuk mengubah kualitas lingkungan yang lebih baik tergantung dari taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuat perubahan dalam satu lingkup dan dampaknya juga sangat tidak terpengaruh di wilayah tersebut.
WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental serta sosial dan bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”, termuat dalam UU No. 9 Tahun 1960 tentang pokok-pokok kesehatan. Dalam Bab 1, Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah meliputi kesehatan badan (somatik), rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”.

4.      Pertumbuhan penduduk dan kelaparan
Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat dapat menyebabkan dampak negatif, salah satunya kemiskinan. Kemiskinan merupakan keadaan ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar sandang pangan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kurangnya alat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kemiskinan berdampak terhadap ekonomi yang berujung kematian akibat kelaparan.
Penyebab kelaparan, mulai dari kemiskinan, kekeringan, gagal panen, SDM yang kurang, pertambahan penduduk yang tidak terkendali, dan konflik sosial politik. Jika masala tersebut tidak segera diselesaikan maka akan mengakibatkan hal-hal seperti kelaparan dan tindakan kriminalitas.
5.      Kemiskinan dan Keterbelakangan
Kemiskinan disebabkan oleh banyak faktor diantaranya adalah:
1.      Penyebab individu atau patologis
2.      Keluarga
3.      Budaya
4.      Agensi (mengaitkan akibat perilaku orang lain)
5.      Struktural (keadaan sosial masyarakat).
Keterbelakangan masyarakat indonesia disebabkan adanya:
1.      Laju penduduk yang tidak terkendali
2.      Pengangguran relatif banyak
3.      Kurangnya perhatian dari pemerintahan
4.      Tingkat pendidikan yang rendah.



Minggu, 21 Oktober 2018

CERPEN


TAK SEMERAH DARAH
Aku selalu mengatakan. Bukan mereka yang membuat semua ini berubah. Bukan mereka yang menjadikan mimpi ini terhenti dan bukan mereka yang membuatku selalu teringat dengan masa lalu. Aku punya cara pandang dan pemikiran yang berbeda, aku bukan mereka.
Terlahir sebagai satu-satunya lelaki di keluargaku menjadi sebuah tanggungan yang besar. Akulah harapan dari setiap doa-doa orang tuaku bahkan bisa jadi akulah harapan dari miliaran napas yang mengalun-alun setiap harinya di dunia ini. Aku tidak seperti mereka yang terlahir enak dalam hangatnya malam ataupun pagi. Aku bukan seperti mereka yang selalu mendapatkan apapun keinginan mereka. Tidak seperti mereka anak yang tidak mau mengerti hidup yang sesungguhnya.
Perkenalkan aku Harad Haremes Kat, sebuah nama yang di berikan orang tua ku di saat wujud ku terlahir di dunia ini. Nama yang panjang dan aneh. Nama yang hanya orang tuaku lah yang tahu arti dari setiap kata-kata itu. Kata orang tuaku, aku bisa hidup sampai sekarang ini sudah bersyukur. Dulu sewaktu aku kecil hampir tidak bisa tertolong karena waktu itu aku terkena penyakit gatal yang aneh dan tidak ditemukan obatnya. Aku belum bisa berpikir waktu itu apakah hidupku akan berakhir saat itu juga atau tetap berlanjut untuk menorehkan catatan-catatan baru di setiap lembar kehidupan. Aku tidak bisa membayangkan betapa lelahnya perjuangan kedua orang tua ku untuk menemukan obat demi anaknya. Dari pengobatan herbal hingga ke orang-orang yang dipercaya sebagai sesepuh kampung. Biasa zaman dulu belum ada dokter yang bertugas di pedalaman hutan seperti itu, jadi kami lebih suka memanfaatkan alam sekitar yang kami percaya waktu itu.
Hampir lupa, aku tinggal di dekat gunung tertinggi di pulau jawa ini. Pastinya pada tahu gunung apa yang tertinggi di pulau jawa. Iya itu dia Maha Meru gunung yang menjadikan setiap orang cinta dan berlomba-lomba eksis di puncak gunung. Ya karena siapa lagi kalau bukan karena mereka “5 cm”. Entah benar atau tidak di dalam setiap adegan yang mereka lakukan itu. Tetapi mereka berhasil menghipnotis orang-orang yang dulunya tak pernah kenal menjadi kenal dengan namanya mendaki gunung.
Sekarang aku tak tinggal di tanah kelahiranku. Aku memberanikan langkah kaki ini melangkah lebih jauh dari biasanya. Aku merantau ke tanah orang untuk mencari ilmu dan pengalaman hidup baru. Tanah yang aku pijak sekarang dan tepat persis bangunan yang menjulang tinggi di depan ku ini. Merupakan saksi dari setiap perjuangan dalam memperebutkan kemerdekaan nagara ini. Ini adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di sini. Terasa bangga masih bisa menyaksikan peninggalan sejarah yang masih terawat sampai sekarang. Kota tua sapaan yang melekat di setiap masyarakat yang mengenalnya. Kini saatnya aku tuk mengenal dia sang saksi perjuangan para pahlawan. Kaki ku mulai melangkah mendekati salah satu bangunan. Aku tak tau nama bangunan itu, tetapi yang pasti itulah tujuan awal ku.
Jam tangan ku menunjukkan pukul sembilan tepat, matahari mulai menari-nari di atas sana. Sedikit berkeringat sambil membawa minuman dingin aku terus melangkah menuju tempat teduh di gedung itu. Satu dua kali aku berpapasan dengan turis-turis mancanegara. Senang, sedikit bangga bisa melihat mereka secara langsung. Masih ada rasa segan untuk mengajak mereka sekadar photo bersama. Terdengar samar-samar dari kejauhan seseorang memanggil namaku. Tadinya si aku kira bule-bule itu yang memanggil namaku. Uda berharap, eh ternyata bukan.
Nah itu dia yang aku tunggu-tunggu dari tadi. Perkenalkan dia yang sedang berjalan ke arah ku namanya Wawan. Seperti biasa nama itu menunjukkan identitas dari mana dia berasal. Tetapi kali ini nama itu bukan menunjukkan dari mana dia berasal, kebanyakan nama Wawan berasal dari suku Sunda. Dia bukan, sedikitpun dia tidak ada dara sunda. Dia berasal dari seberang pulau sana. Nama pulaunya Sumatra. Salah satu pulau yang ada di negeriku, yaitu Indonesia. Kami sama-sama anak perantauan. Bedanya dia menyeberangi lautan kalau aku masih di pulau yang sama hanya dari desa ke kota yang sangat padat ini dan bedan nya lagi aku tidak sekeras dia. Maksudnya keras, yaitu semua percakapan dan tindakannya terlalu banyak perhitungan kalau sudah mengambil keputusan tidak mau mundur, itu dan ini harus ada aturannya tetapi dia orangnya super menyenangkan, teman yang bisa dibilang saudara perjuangan di perantauan. Kota dengan lautan manusia dimana-mana. Kota dengan semua kesibukan menjadi satu. Kota dengan kehidupan tanpa tidur 24 jam di setiap harinya. Inilah dia Jakarta wajah dari negeriku, kata orang-orang sekarang kami berdiri tepat di pusat kotanya. Ternyata seperti ini kota yang selalu menjadi tujuan banyak orang dari penjuru pelosok. Banyak sekali kalau disuruh bercerita tentang Indonesia. Bisa berjilid-jilid buku yang akan terbit tentang Indonesia.
 “Woy, kenapa?” Memperhatikan aku
 “Enggak ada. Lama banget lu? Gue dah hampir habis satu botol minum ni.” menunjukkan botol minum
“ Hehehe, sorry tadi ada kendala sedikit, ayo masuk.” menunjuk ke arah pintu
Sambil melangkahkan kaki aku merasa sebal dengan tingkahnya, pasti kalau ada kegiatan apapun dia tidak pernah tepat waktu. Selalu saja telat dan dia pasti punya alasan untuk semua itu, dasar menyebalkan. Walaupun dia menyebalkan dia adalah teman yang sangat baik, teman yang mengerti akan keadaan teman yang lainnya. Tetapi sebelum kami berteman atau bersahabat seperti saat ini, ada hal yang tidak mengenakan diantara kami. Kami saling membenci satu dengan yang lain. Dengan sifat ku yang angkuh dan sifat dia yang tak peduli. Ditambah lagi dengan kultur kami yang berbeda, menyulut bara api yang membara diantara kami.
Kejadiannya satu tahun yang lalu, tepatnya di comuter line atau kereta api listrik JABODETABEK. Waktu itu aku baru sampai di Jakarta. Stasiun Pasar Senin merupakan stasiun pertama aku menginjakkan kaki di tanah Betawi, rasa bangga itu datang dalam diri ini namun juga diiringi dengan rasa takut yang selalu menghantui karena tidak ada satu pun orang yang aku kenal di tanah Betawi ini, kedua orang tua ku juga tidak ikut menghantar ku ke Jakarta. Keberanian lah yang selalu mendorong ku untuk terus melangkah dan melangkah. Bingung mau ke mana lagi, akhirnya aku bertanya kepada petugas stasiun kereta arah tempat yang akan ku tuju. Sekarang sudah hampir 25 menit naik kereta menuju alamat yang aku pegang ini, awalnya aku menikmati perjalanan ini meskipun dari tadi berdiri. Beberapa menit terdengar suara yang menandakan kereta api berhenti di salah satu stasiun, yaitu Stasiun Manggarai. Perhatian ku tertuju ke luar kereta yang dipenuhi lautan manusia. Pintu kereta perlahan terbuka dan seketika itu juga lautan manusia berebut masuk ke dalam kereta melalui pintu-pintu kecil itu. Sadis, tidak ada sedikitpun ruangan yang tidak terlihat padat dan aku terhimpit di antara gerombolan manusia yang tak ku kenal. “ Waduh !, mata tu dimana? Liat dong. Kau pijak kakiku ni.” suara itu menghentikan hiruk pikuk di sekitar ku dan aku heran kenapa pandangannya mengarah ke wajah ku. Ternyata aku tidak sengaja menginjak kaki orang yang di depan ku, ya memang sedikit kuat hentakan kaki ku yang mengarah ke lantai di karena kan sebal dengan kondisi ku sekarang, sungguh di luar dugaanku hal seperti ini dan aku tidak tau kalau itu bukan lantai melainkan kaki orang “ Ya sorry aku gak tau, soalnya terlalu padat dan aku kira tadi lantai bukan kaki mu.” Reflek mengangkat kaki dan meminta maaf meskipun dia tetap saja dia tidak terima dengan penjelasan ku.
Orang yang aneh penampilan dan gaya bahasanya tidak pernah aku dengar, kasar banget lagi. Dan singkat cerita masalah kami tidak hanya di situ, kami kuliah di daerah yang sama meskipun tidak dalam satu kampus tetapi hampir setiap hari kami berpapasan karena tempat tinggal kami di satu gang yang sama “Sial orang itu lagi.” protes ku dalam hati saat berpapasan. Aku selalu membanggakan almamater ku lewat tingkah songong ku setiap bertemu dengan orang lain terutama dengannya, karena memang kampus ku lebih bagus dari dia. Tetapi begitu juga dengan dia yang selalu menganggap ku sampah yang hanya bisa bergantung dengan keberuntungan yang aku miliki, dia menganggap aku bisa kuliah di kampus ini menggunakan hal yang licik. Walaupun kuliah ku di kampus 3 terbaik  di indonesia, tetapi aku tetap saja merasa iri melihat hal yang bisa di perbuat dengan orang lain termasuk dia.
Setelah puas berkeliling di ruangan gedung ini kami berencana mau pindah di gedung sebelah. Gedung yang akan kami kunjungi tertulis besar di depannya MUSIUM WAYANG. Sepertinya menarik semua perjalanan kami kali ini, kami akan mengenal budaya yang unik di dalam musium tersebut. Wayang merupakan kebudayaan asli indonesia yang di wariskan oleh wali songo. Menarik, banyak cerita-cerita tentang wayang yang aku dengar, salah satunya tentang Rama dan Sinta dan sekarang aku bisa langsung bertemu dengan mereka di musium ini, mengenal dekat tentang sejarah mereka para wayang. Excellent luar biasa sekali, tetapi untuk bisa masuk ke musium itu harus bergantian panjang banget dan ternyata antusias masyarakat berkaitan dengan wayang tinggi juga begitu juga dengan turis yang harus rela berjemur untuk masuk kedalam. Terik panas sudah terasa menyengat kulit.
“Har lu gak ngerasa panas apa? Gue haus ni, di tambah lagi lapar”. Dengan nada yang sedikit protes.
“Ya elah wan, gue juga haus dan lapar, coba liat kita aja masih panjang ngatrinya”. Menunjuk ke depan antrean yang dari tadi tidak terurai.
“Yauda ayo kita cari makan dulu, dari pada kita jatuh pingsan”. Melangkahkan menjauhi kerumunan.
Ada benarnya juga dia, lebih baik kami makan dulu dari pada harus berjemur sambil menahan dahaga dan lapar. Kami mencari makanan yang harganya pas di kantong. Lama juga mencari makanan yang harganya pas di kantong dan akhirnya kami menemukan makanan yang di sebut gado-gado dan nasi goreng. Kalau aku lebih suka gado-gadonya karena selain bumbunya yang terbuat dari kacang tanah variasi sayurnya juga banyak, tetapi kalau si Wawan lebih suka dengan nasi goreng. Dua makan itu merupakan makanan khas Indonesia, banyak juga turis-turis yang makan dan katanya enak, unik tidak ada makanan seperti itu di negara mereka.
Rasa iri dan dengki ini ternyata tidak hanya aku yang merasakan, ternyata dia juga merasakan. Dia bisa menutupi rasa itu dengan pura-pura tidak ada hal yang pernah terjadi. Remeh tetapi menyakitkan, sebuah permasalahan yang tak tahu dimana ujungnya. Hanya hal sepele yang terlalu dibesar-besarkan. Hanya awal pertemuan yang tak pernah di bayangkan. Masalah ini membesar hingga ke dunia maya, dunia tanpa batas untuk mengekspresikan semua hal. Permasalahan ini mulai sangat serius, sekarang kami mulai membawa asal daerah, saling mencaci maki dan merendahkan satu sama lain.
Hari ini aku minta dia menjelaskan apa arti semua tindakannya dan mengapa dia mengatakan seperti itu. Sebenarnya aku bisa lebih rasi, aku bisa mengatakan kalau dia lebih terlahir di suku yang tertinggal jauh peradabannya. Ini sudah bukan masalah pribadi lagi, ini masalah suatu kelompok tertentu yang merasa terhina. Sekarang aku tidak sendiri, banyak yang menemani ku untuk minta penjelasan kepadanya. Karena kami tidak mau melibatkan kampus kami masing-masing, maka kami memilih lokasinya di puncak Bogor atau lebih tepatnya dekat ke gunung salak.
Sura dering ponsel menghentikan gerak tangan ku yang hendak melahap gado-gado. Perlahan ku ambil ponsel dari saku celana samping. Tanpa melihat siapa yang menghubungi ku langsung ku jawab dan terdengar.
“Dimana lu? Gue uda di kota tua ni. Panas banget lagi.” Terdengar suara dari hp
“Gue lagi makan sama wawan. La lu ngapain ke Kota Tua? Bukanya lu gak bisa datang?” dengan nada menyelidik
“Iya benar. Tapi acara gue selesai lebih cepat. Jadi gue langsung ke sini selesai acara. Uda di mana kalian sekarang?” berseru ketus
“Ya elah biasa aja nadanya. Gue makan di dekat musium Bank BRI. Sebelahnya  itu ada tempat makan bertenda biru.”
“Oke. Tunggu ya.” Langsung mematikan ponsel nya
Suara wanita yang barusan berbicara denganku namanya Nuri. Cantik, baik hati dan menurut kami sangat spesial jika dibandingkan dengan wanita lain yang saya kenal selama di kota. Dia adalah alasan kenapa aku dan Wawan bisa duduk berdua seperti sekarang. Dia adalah janji kami di waktu itu. Dia merupakan kunci utama perdamaian antara kami. Ceritanya terlalu panjang, yang pasti pertikaian yang kami lakukan di bogor waktu itu bisa berhenti karena wanita satu itu. Dia tidak hanya berani melerai segerombolan pemuda yang sedang bertikai, dia juga merelakan dirinya terkena beberapa pukulan dari kami. Awalnya kami heran kenapa wanita ini tiba-tiba muncul. Namun tanpa berpikir panjang melihat kondisi wanita yang baru saja muncul itu terkulai lemas kami semua mulai panik, akhirnya menghentikan pertikaian dan mencari pertolongan untuk wanita itu. Sungguh malang nasibnya, kenapa dia ikut campur, aneh masalah ini tidak pernah melibatkan wanita. Ternyata di punya cerita buruk yang hampir sama dengan permasalahan kami. Dia tau masalah kami karena dia juga kuliah satu kampus denganku. Selama ini dia orang yang punya nomor misterius, membicarakan hal yang tidak penting kepadaku dan Wawan.
Dulu Nuri memiliki teman yang awalnya saling membenci seperti kami berdua. Berjalannya waktu kami mengerti apa yang di inginkan Nuri, perbedaan itu tidak perlu dipermasalahkan. Nuri pernah bercerita kepada kami, teman nya telah meninggal karena di diagnose oleh dokter terkena kanker hati. Dia merasa bersalah belum sempat meminta maaf, sampai sekarang rasa bersalah itu masih menghantui nya. Setelah Nuri siuman dari pingsannya, dia mengatakan jangan menjadikan sebab apapun itu membuat kalian menyesal pada waktunya nanti.
“Nah itu Nuri. Nur sini.” Wawan memanggil
“hay..”  Melambaikan tangannya dan menuju ke arah kami
Tiga serangkai julukan kami, setiap ada Nurul pasti ada wawan dan aku. Perkenalan kami juga melalui hal yang tidak menyenangkan tetapi melalui perkenalan itu kami mulai bisa menghargai segala sesuatu dengan baik. Pertemanan kami membuat kami tak menganggap orang lain lebih renda dari kami. Perjalanan ini masih panjang, namun terasa muda untuk dilewati karena hadirnya teman-teman yang saling mengerti satu sama lain layaknya saudara.


Biodata Penulis :
VIRA KURNIAWAN
Laki-laki
Jalan H. Amat no.21 (Pesantren Mahasiswa Al-Hikam) Kukusan, Beji, Depok.

Jumat, 19 Oktober 2018

Sumber Daya Alam


PENDAHULUAN
Sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sangatlah beragam. Sebagai salah satu negara yang menyandang predikat sebagai negara beribu pulau, Indonesia juga menyandang predikat sumber daya alam yang sangat melimpah. Sumber daya alam yang dimaksud adalah segala sesuatu berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan sebagai kepentingan untuk kebutuhan hidup manusia. Dengan terpenuhinya kebutuhan hidup maka tercapai lah hidup sejahtera. Sumber daya alam bisa terdapat dimana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara. Banyak sekali sumber daya alam yang bisa kita kenali dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sumber daya alam seperti barang tambang, sinar mata hari, tumbuhan, hewan dan masih banyak yang lain.
Banyaknya sumber daya alam yang bisa kita manfaatkan sebagai sumber terbarukan, salah satunya panas geotermal bumi. Dengan adanya inovasi-inovasi yang ada tentang energi terbarukan, Indonesia berusaha mempelajari dan bekerja sama dengan nagara-negara yang mempunyai teknologi untuk memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan secara seimbang. Indonesia menargetkan sebagai investor sumber daya alam khususnya dalam bidang panas geotermal bumi.
Sumber energi fosil yang dimiliki Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang sangat signifikan dan tidak sebanding dengan pertumbuhan masyarakat Indonesia di segala bidang terutama di bidang ekonomi, penelitian dan riset terus dilakukan oleh parah ilmuwan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Energi ini merupakan sumber daya alam yang sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai sumber daya terbarukan.

PEMBAHASAN
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Energi Panas Bumi (Geothermal) Menghantarkan Indonesia Sebagai Investor Dunia   
Ketersediaan nya sumber energi fosil yang dimiliki Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang sangat signifikan, hingga berdampak kepada kelangsungan hidup masyarakatnya. Pertumbuhan masyarakat Indonesia di segala bidang terutama ekonomi berjalan tidak sebanding dangan perkembangan energi yang dimiliki bumi, seperti semakin menipisnya sumber gas alam. Dampak inilah yang membuat parah ilmuwan Indonesia melakukan penelitian dan riset agar permasalahan ini tidak menjadi pemicu maupun penyebab hancurnya kehidupan.
Indonesia merupakan negara yang terkenal akan berbagai sumber komoditas alamnya, baik yang terlihat atau tidak terlihat dan Indonesia merupakan salah satu negara yang diapit oleh dua benua dan dua samudera yang berarti Indonesia adalah salah satu tempat perkumpulan materi-materi yang adan di dunia. Dengan perkembangan teknologi yang kita rasakan sekarang ini Indonesia harus bisa memanfaatkan semua itu untuk mempelajari letak geografis Indonesia, karena dengan mempelajari letak geografis Indonesia kita bisa lebih mengetahui apa saja kandungan yang terdapat di dalam perut bumi Indonesia. Dengan mengetahui kandungan yang ada di bumi Indonesia kita bisa lebih mudah untuk memanfaatkannya sebagai sumber energi terbarukan untuk bumi menggantikan energi yang sekarang sangat susah ditemukan atau menipis. Dengan ditemukannya energi ini harapannya bisa menjadi estafet kelangsungan hidup di masa depan yang lebih baik.
Permasalahan yang dihadapi di Indonesia sekarang ini membuat para ilmuwan berfikir bagaimana cara menemukan alternatif lain, agar dapat menggantikan sumber gas alam yang telah menipis dan tidak bisa diperbarui lagi, sehingga para ilmuwan menggunakan ilmu geofisika sebagai tolak ukur penelitian. Geofisika itu sendiri merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi dengan menggunakan parameter-parameter fisika. Dari struktur biologis daratan Indonesia merupakan pegunungan yang dapat menyebabkan sumber uap panas bumi (Geothermal).  Geothermal merupakan energi sumber daya alam berupa panas bumi dan uap akibat pemanasan air di dalam bumi yang berasal dari hasil sisa-sisa reaksi nuklir semenjak terbentuknya bumi dan alam semesta. Geothermal dapat dimanfaatkan   dalam berbagai bidang sebagai pengganti sumber daya alam yang hampir tidak bisa diperbarui lagi, pemanfaatannya berupa dalam bidang pertanian, kebutuhan rumah tangga dan sekaligus untuk penggerak turbin pembangkit listrik.
Indonesia memiliki kandungan geothermal terbesar di dunia yang tersebar luas di beberapa bagian nusantara. Dari 100% geothermal yang tersebar di berbagai belahan dunia, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki 40% kandungan panas bumi (Goethemal). Keunggulan inilah yang akan menghantarkan Indonesia menjadi investor terbesar dalam perkembangan energi geothermal menggantikan posisi Amerika Serikat dan Filipina. Namun sampai sekarang pemerintahan Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan energi geothermal dengan baik, karena masih terlalu kurangnya pengetahuan tenaga kerja yang menangani khusus di bidang geothermal. Oleh karena itu Indonesia mengadakan kerja sama dengan Selandia Baru yang memiliki teknologi canggih untuk bisa mempelajari lebih lanjut tentang ilmu geothermal.
Ada beberapa cara dalam melakukan proses ataupun metode pengambilan energi panas bumi diantaranya dengan metode gravity. Metode gravity merupakan metode penyelidikan geofisika yang berdasarkan perbedaan rapat batuan penyusun bawah permukaan bumi. Dengan memanfaatkan percepatan gravitasi bumi, sehingga dapat diketahui rapat batuan penyusun bawah permukaan bumi yang berpotensi menyimpan energi geothermal. Hasil yang diperoleh pada metode ini cukup detail mengenai struktur dan kontras denistan batuan. Masih banyak lagi metode-metode yang bisa kita pelajari bagaimana cara maupun proses pengambilan energi geothermal. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa harus terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang kita miliki agar dapat lebih mudah dalam melakukan reset maupun penelitian yang akan kita kerjakan.

KESIMPULAN
Sumber energi fosil yang dimiliki Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang sangat signifikan dan tidak sebanding dengan pertumbuhan masyarakat Indonesia di segala bidang terutama di bidang ekonomi, penelitian dan riset terus dilakukan oleh parah ilmuwan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Indonesia merupakan tepat perkumpulan materi-materi sehingga mempunyai kekayaan yang berlimpah. Dengan perkembangan teknologi di zaman sekarang, kita bisa mengetahui semua kandungan yang ada di perut bumi, sehingga para ilmuwan mencari alternatif baru pengganti gas alam yang semakin menipis dan tidak bisa diperbarui lagi, menggunakan ilmu geofisika untuk mengetahui kandungan bumi seperti geothermal. Indonesia menyimpan 40% geothermal di dalam bumi dari total 100% yang ada di dunia. Dengan potensi yang dimiliki, Indonesia dapat menggeser kedudukan Amerika Serikat dan Filipina untuk menjadi investor. Meskipun Indonesia belum bisa memanfaatkan dengan benar, namun pemerintahan Indonesia telah melakukan kerja sama dengan Selandia Baru yang mempunyai teknologi yang lebih maju.


DAFTAR PUSTAKA
Jurnal Neutrino Vol. 6, No. 1 Oktober 2013, studi potensial energi geothermal Blawanijen, Jawa Timur berdasarkan metode gravity.
Jurnal Kepentingan Indonesia melakukan kerja sama dengan Selandia Baru dalam bidang energi geothermal.
Jurnal analisis anomaly gravitasi sebagai acuan dalam penentuan struktur geologi bawah permukaan dan potensi geothermal.



Rabu, 02 Mei 2018

llistrik dan perkembangan kebudayaan


MAKALAH

Pengaruh Listrik terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia
























Dibuat Oleh:



Nama                      : Vira Kurniawan

 NPM/Kelas            : 16417120/1IB03

     Dosen Pengapuh      : Ibu Sri Hermawati

        Mata Kuliah             : Ilmu Budaya Dasar #









JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS GUNADARMA

2018

BAB I

PENDAHULUAN



A.    LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai manusia yang hidup di zaman milenial atau zaman yang mengharuskan segala sesuatu menggunakan listrik. Listrik dapat dikatakan sebagai suatu bentuk hasil teknologi yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Karena semakin maju peradaban yang kita rasakan sekarang ini tidak akan lepas dengan listrik. Oleh sebab itu, sebagai generasi penerus peradaban ini harus bisa menguasai hal-hal yang akan sangat berpengaruh di masa depan dengan cara menemukan berbagai inovasi-inovasi dalam bidang kelistrikan. Dengan penemuan baru itu dapat menghasilkan karya yang lebih efektif dan efisien.

Pada dasarnya energi listrik tidak dapat diperbaharui melalui riset-riset yang dikerjakan oleh parah ilmuwan. Namun, apabila manusia tidak dapat menggunakannya secara efektif dan efisien, maka energi listrik akan cepat habis. Secara tidak langsung, hal ini juga akan memberi efek globalisasi yang mengancam kehidupan manusia. Semakin banyak penggunaan alat-alat listrik, maka semakin banyak pula gas rumah kaca yang dihasilkan bumi.

Hal-hal yang kita terima dalam bidang kelistrikan, tidak selamanya dapat membantu kita atau menguntungkan dalam kehidupan kita. Terutama dalam hal kebudayaan yang menjadi identitas dari masing-masing daerah di wilayah Nusantara.  

Berdasarkan konsep uraian di atas penulis akan menjabarkan tentang dasar kelistrikan yang di dalamnya mencakup tentang arus listrik, sumber tenaga listrik dan hubungan terhadap kebudayaan.









B.     RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan makalah ini adalah:

1.      Apa yang dimaksud dengan listrik?

2.      Apa yang dimaksud kebudayaan?

C.     TUJUAN PENULISAN

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan yang dapat dirumuskan dalam pembuatan makalah ini antara lain untuk mengetahui:

  1. Pengertian dari kelistrikan, arus listrik, hambatan dan tegangan listrik serta hubungan diantaranya.
  2. Pengaruh litrik terhadap kebudayaan.

D.    MANFAAT PENULISAN

Harapan yang ingin diwujudkan dalam makalah ini tercakup secara teoretis dan secara praktis yang meliputi:

  1. Secara teoretis

Makalah ini diharapkan berguna untuk memberikan sumbangan terhadap usaha peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan.

  1. Secara praktis

Tujuan praktis dari makalah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Gunadarma tentang konsep kelistrikan serta penerapan konsep dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

















BAB II

PEMBAHASAN

A.    KELISTRIKAN

Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Ada dua jenis muatan listrik, yaitu muatan listrik negatif dan positif. Suatu benda bermuatan listrik negatif jika kelebihan elektron, dan bermuatan listrik positif jika kekurangan elektron. Secara alami, muatan listrik positif selalu mengalir dari titik berpotensial tinggi ke titik berpotensial rendah. Aliran ini disebut sebagai arah  arus listrik konvensional. Akan tetapi sebenarnya muatan listrik yang bergerak di dalam konduktor bukanlah muatan listrik positif, tetapi muatan listrik negatif (elektron) dan arah aliran elektron berlawanan dengan arah aliran muatan positif.

Arus listrik adalah mengalirnya elektron secara kontinyu pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. Arus listrik dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Listrik Arus Searah atau DC (Direct Current) adalah arus listrik yang arahnya tetap.
  2. Listrik Arus Bolak-balik atau AC (Alternating Current) adalah arus yang besar dan arahnya selalu berubah-ubah.

Satuan SI untuk arus listrik adalah Ampere (A). Secara formal satuan Ampere didefinisikan sebagai arus konstan yang bila dipertahankan akan menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7 Newton/meter di antara dua penghantar lurus sejajar, dengan luas penampang yang dapat diabaikan, berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa udara.

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:

R = V/I

di mana V adalah tegangan dan I adalah arus. Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R). Tegangan listrik (Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial pada sebuah medan listrik yang menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik.

Dalam alirannya, arus listrik juga mengalami cabang-cabang. Ketika arus listrik melalui percabangan tersebut, arus listrik terbagi pada setiap percabangan dan besarnya tergantung ada tidaknya hambatan pada cabang tersebut. Bila hambatan pada cabang tersebut besar maka akibatnya arus listrik yang melalui cabang tersebut juga mengecil dan sebaliknya bila pada cabang hambatannya kecil, maka arus listrik yang melalui cabang tersebut arus listriknya besar.

Hukum I Kirchoff berbunyi:

Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik simpul tersebut.

Hukum I Kirchhoff tersebut sebenarnya tidak lain sebutannya dengan hukum kekekalan muatan listrik.

Hukum I Kirchhoff secara matematis dapat dituliskan sebagai:



B.      KEBUDAYAAN

Peradaban negara ini tidak akan pernah lepas sendirinya tanpa masyarakatnya yang selalu berbudaya dan bermoral dalam memperjuangkan dan mempertahankan peradaban Indonesia. Moral yang dimiliki masyarakat menghantarkan peradaban Indonesia, yang selama ini diakui sebagai peradaban yang baik dan memiliki kebudayaan yang sangat menarik dari berbagai suku. Dari moral bangsa dapat melahirkan kebudayaan lokal berkarakter yang dihasilkan secara murni dari masyarakat di suatu daerah dan suku.

Kebudayaan dan peradaban menjadi pembicaraan parah ahli, sehingga semakin berkembang manusia maka akan semakin berkembang juga pola berpikirnya sehingga mempengaruhi dari makna kedua kata tersebut. Sampai sekarang kata kebudayaan itu sendiri mempunyai kurang lebih 160 defenisi, contohnya saja seperti kata cultuur (Bahasa Belanda), kultur (Bahasa Jerman), culture (Bahasa Inggris) dan masih banyak lagi kata yang menandakan maupun mendefenisikan makna dari kebudayaan. Secara keseluruhan kebudayaan itu lebih menekankan kepada aspek rasional dan moral. Beberapa defenisi ahli barat dan Indonesia tentang kebudayaan menjadi perwakilan dari 160 defenisi yang ada. Pakar kebudayaan barat menyatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat pendapat E. B. Tylor dalam buku “primitive culture” dan pakar kebudayaan Indonesia dinyatakan oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat bahwa kebudayaan merupakan  keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatnya dengan belajar dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Masih banyak lagi pakar-pakar kebudayaan baik dari barat maupun Indonesia yang menyatakan seperti apa kebudayaan itu sendiri. Kebudayaan di Indonesia sudah mengakar sejak zaman nenek moyang, kebudayaan dari masing-masing suku terlahir dan diwariskan secara turun-temurun. Warisan kebudayaan ini menjadi identitas sebuah suku bangsa dan harus tetap dilestarikan. Melestarikan kebudayaan lokal sudah menjadi tanggung jawab dari setiap generasi, karena melestarikan kebudayaan akan memudahkan orang lain mengenal sebuah sukun bangsa tersebut dengan baik.

Akluturasi merupakan penyumbang terbesar dari terbentuknya kebudayaan yang beraneka ragam. Alkuturasi kebudayaan di Indonesia terlihat dari berbagai bentuk bangunan berupa candi maupun yang berupa tarian tradisional sampai ke pementasan seperti wayang dan pertunjukan lainnya. Alkuturasi mempunyai arti bahwa percampuran kebudayaan asing dan kebudayaan lokal sehingga terbentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan tradisi lama. Dari pengertian alkuturasi tersebut menyatakan bahwa kebudayaan bangsa Indonesia juga ada percampuran dari kebudayaan bangsa lain, yang berarti bangsa lain juga berperan terjadinya kebudayaan baru yang ada di suatu generasi. Terjadinya alkuturasi ini diakibatkan adanya bangsa lain yang masuk ke wilayah Indonesia yang pada awalnya hanya untuk berdagang, seperti pedangang Tiangkok, Arab, Persia dan lainnya yang pernah menjajakan kakinya di bumi Indonesia. Percampuran kebudayaan ini banyak juga terjadi pada sistem kepercayaan pada waktu itu seperti agama Hindu-Budha yang percampuran dengan kepercayaan lokal, sehingga tercipta candi yang berundak-udak. Setelah kedatangan Hindu-Budha ke Indonesia datanglah bangsa Arab yang mengajarkan sistem kepercayaan percaya dengan satu Tuhan. Banyak hasil kebudayaan yang ada antara islam dengan agama Hindu-Budha yang hanya ada di Indonesia akibat alkuturasi masyarakat. Kebudayaan islam dan Hindu-Budha yang teralkuturasi seperti adanya menebar Bungan di makam saat melayat dan jika kita telusuri kegiatan itu tidak ada kaitannya dengan ajaran agama islam. Kebudayaan yang ada di Indonesia baik terbentuk melalui perundingan atau perilaku suku bangsa tertentu maupun terbentuk akibat percampuran bangsa asing yang masuk secara damai dengan cara berdagang dan masuk ke Indonesia dengan cara menjajah tanah negeri. Semua itu merupakan sebuah peradaban yang membentuk kebudayaan yang tidak akan pernah bisa dimiliki oleh bangsa mana pun di belahan bumi ini.

Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang mempunyai filter terbaik dari seluruh bangsa yang ada di belahan bumi mana pun, terbukti bagaimana cara bangsa ini memilih kebudayaan asing mana yang mana yang akan bersandingan atau yang lebih cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia. Banyak dari bangsa asing yang masuk ke negeri ini, diantaranya adalah kebudayaan bangsa barat. Semua perilaku dan perbuatan orang-orang barat bertentangan 360 derajat dengan negara Indonesia yang kebudayaannya cenderung ke Timur Tengah. Nenek moyang bangsa Indonesia memfilter apapun yang masuk untuk diambil kebaikannya dan ditinggalkan keburukannya sehingga yang kita ketahui sekarang adalah hasil alkuturasi kebudayaan bangsa Indonesia yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Setiap suku yang tinggal di belahan bumi Indonesia memiliki kebudayaannya masing-masing yang menggambarkan atau mencirikhaskan adat istiadat suatu suku.

Kebudayaan suatu suku memiliki cerita dan filosopi tentang perjalanan suatu bangsa dari mulai terbentuknya hingga menjadi sebuah kenangan yang harus diabadikan. Melalui kebudayaan inilah sebagai generasi penerus bangsa bisa lebih mengenal siapa dan dari mana dia berasal. Dengan mengetahui kebudayaan dari masing-masing suku yang ada, maka tanpa kita sadari kita telah berupaya mempertahankan adanya keberadaan kebudayaan tersebut, apalagi jika sebagai generasi penerus bangsa ini kita ikut mempelajari dengan baik kebudayaan maka bisa dipastikan kebudayaan yang kita punyai tidak akan pernah tergerus oleh perkembangan zaman.







































BAB III

PENUTUP



A.   Kesimpulan

Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Ada dua jenis muatan listrik, yaitu muatan listrik negatif dan positif. Dalam alirannya, arus listrik juga mengalami cabang-cabang. Ketika arus listrik melalui percabangan tersebut, arus listrik terbagi pada setiap percabangan dan besarnya tergantung ada tidaknya hambatan pada cabang tersebut.

Hukum I Kirchoff berbunyi:

Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik simpul tersebut.

Hubungan kebudayaan terhadap listrik adalah kebudayaan akan sangat berkembang pesat dengan adanya listrik di suatu daerah. Karena dengan banyaknya alkuturasi yang terjadi di suatu daerah itu banyak membutuhkan sumber energi, baik dari proses hingga terjadi percampuran kebudayaan yang modern seperti sekarang.

B.     Saran

Sebagai mahasiswa yang mengambil jurusan elekto, harus mempelajari berbagai ilmu kelistrikan agar bisa menemukan berbagai metode yang baik dan efisien. Pelajari jurusan ada dengan baik dan sungguh-sungguh dan selalu menjunjung kebudayaan indonesia khususnya kebudayaan lokal.





















DAFTAR PUSTAKA

Kanginan, M. 2003. Fisika SLTP 3A. Jakarta: Erlangga

–. 2003. Fisika SLTP 2B. Jakarta: Erlangga

Sulistyanto, Heri. 2008. Ilmu pengetahuan alam 6: untuk sd dan mi kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Kongres Kebudayaan. 1991. Daya Cipta dan Perkembangan Budaya. Penerbit Kebudayaan Kita Kemarin Kini dan Esok.

Ibayati, Yayat. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam: SD/MI Kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional 


Exploring the Field of Electrical Engineering

Exploring the Field of Electrical Engineering Electrical Engineering is a versatile and highly sought-after discipline that encompasses the ...