Rabu, 02 Mei 2018

llistrik dan perkembangan kebudayaan


MAKALAH

Pengaruh Listrik terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia
























Dibuat Oleh:



Nama                      : Vira Kurniawan

 NPM/Kelas            : 16417120/1IB03

     Dosen Pengapuh      : Ibu Sri Hermawati

        Mata Kuliah             : Ilmu Budaya Dasar #









JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS GUNADARMA

2018

BAB I

PENDAHULUAN



A.    LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai manusia yang hidup di zaman milenial atau zaman yang mengharuskan segala sesuatu menggunakan listrik. Listrik dapat dikatakan sebagai suatu bentuk hasil teknologi yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Karena semakin maju peradaban yang kita rasakan sekarang ini tidak akan lepas dengan listrik. Oleh sebab itu, sebagai generasi penerus peradaban ini harus bisa menguasai hal-hal yang akan sangat berpengaruh di masa depan dengan cara menemukan berbagai inovasi-inovasi dalam bidang kelistrikan. Dengan penemuan baru itu dapat menghasilkan karya yang lebih efektif dan efisien.

Pada dasarnya energi listrik tidak dapat diperbaharui melalui riset-riset yang dikerjakan oleh parah ilmuwan. Namun, apabila manusia tidak dapat menggunakannya secara efektif dan efisien, maka energi listrik akan cepat habis. Secara tidak langsung, hal ini juga akan memberi efek globalisasi yang mengancam kehidupan manusia. Semakin banyak penggunaan alat-alat listrik, maka semakin banyak pula gas rumah kaca yang dihasilkan bumi.

Hal-hal yang kita terima dalam bidang kelistrikan, tidak selamanya dapat membantu kita atau menguntungkan dalam kehidupan kita. Terutama dalam hal kebudayaan yang menjadi identitas dari masing-masing daerah di wilayah Nusantara.  

Berdasarkan konsep uraian di atas penulis akan menjabarkan tentang dasar kelistrikan yang di dalamnya mencakup tentang arus listrik, sumber tenaga listrik dan hubungan terhadap kebudayaan.









B.     RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan makalah ini adalah:

1.      Apa yang dimaksud dengan listrik?

2.      Apa yang dimaksud kebudayaan?

C.     TUJUAN PENULISAN

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan yang dapat dirumuskan dalam pembuatan makalah ini antara lain untuk mengetahui:

  1. Pengertian dari kelistrikan, arus listrik, hambatan dan tegangan listrik serta hubungan diantaranya.
  2. Pengaruh litrik terhadap kebudayaan.

D.    MANFAAT PENULISAN

Harapan yang ingin diwujudkan dalam makalah ini tercakup secara teoretis dan secara praktis yang meliputi:

  1. Secara teoretis

Makalah ini diharapkan berguna untuk memberikan sumbangan terhadap usaha peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan.

  1. Secara praktis

Tujuan praktis dari makalah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Gunadarma tentang konsep kelistrikan serta penerapan konsep dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

















BAB II

PEMBAHASAN

A.    KELISTRIKAN

Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Ada dua jenis muatan listrik, yaitu muatan listrik negatif dan positif. Suatu benda bermuatan listrik negatif jika kelebihan elektron, dan bermuatan listrik positif jika kekurangan elektron. Secara alami, muatan listrik positif selalu mengalir dari titik berpotensial tinggi ke titik berpotensial rendah. Aliran ini disebut sebagai arah  arus listrik konvensional. Akan tetapi sebenarnya muatan listrik yang bergerak di dalam konduktor bukanlah muatan listrik positif, tetapi muatan listrik negatif (elektron) dan arah aliran elektron berlawanan dengan arah aliran muatan positif.

Arus listrik adalah mengalirnya elektron secara kontinyu pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. Arus listrik dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Listrik Arus Searah atau DC (Direct Current) adalah arus listrik yang arahnya tetap.
  2. Listrik Arus Bolak-balik atau AC (Alternating Current) adalah arus yang besar dan arahnya selalu berubah-ubah.

Satuan SI untuk arus listrik adalah Ampere (A). Secara formal satuan Ampere didefinisikan sebagai arus konstan yang bila dipertahankan akan menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7 Newton/meter di antara dua penghantar lurus sejajar, dengan luas penampang yang dapat diabaikan, berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa udara.

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:

R = V/I

di mana V adalah tegangan dan I adalah arus. Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R). Tegangan listrik (Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial pada sebuah medan listrik yang menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik.

Dalam alirannya, arus listrik juga mengalami cabang-cabang. Ketika arus listrik melalui percabangan tersebut, arus listrik terbagi pada setiap percabangan dan besarnya tergantung ada tidaknya hambatan pada cabang tersebut. Bila hambatan pada cabang tersebut besar maka akibatnya arus listrik yang melalui cabang tersebut juga mengecil dan sebaliknya bila pada cabang hambatannya kecil, maka arus listrik yang melalui cabang tersebut arus listriknya besar.

Hukum I Kirchoff berbunyi:

Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik simpul tersebut.

Hukum I Kirchhoff tersebut sebenarnya tidak lain sebutannya dengan hukum kekekalan muatan listrik.

Hukum I Kirchhoff secara matematis dapat dituliskan sebagai:



B.      KEBUDAYAAN

Peradaban negara ini tidak akan pernah lepas sendirinya tanpa masyarakatnya yang selalu berbudaya dan bermoral dalam memperjuangkan dan mempertahankan peradaban Indonesia. Moral yang dimiliki masyarakat menghantarkan peradaban Indonesia, yang selama ini diakui sebagai peradaban yang baik dan memiliki kebudayaan yang sangat menarik dari berbagai suku. Dari moral bangsa dapat melahirkan kebudayaan lokal berkarakter yang dihasilkan secara murni dari masyarakat di suatu daerah dan suku.

Kebudayaan dan peradaban menjadi pembicaraan parah ahli, sehingga semakin berkembang manusia maka akan semakin berkembang juga pola berpikirnya sehingga mempengaruhi dari makna kedua kata tersebut. Sampai sekarang kata kebudayaan itu sendiri mempunyai kurang lebih 160 defenisi, contohnya saja seperti kata cultuur (Bahasa Belanda), kultur (Bahasa Jerman), culture (Bahasa Inggris) dan masih banyak lagi kata yang menandakan maupun mendefenisikan makna dari kebudayaan. Secara keseluruhan kebudayaan itu lebih menekankan kepada aspek rasional dan moral. Beberapa defenisi ahli barat dan Indonesia tentang kebudayaan menjadi perwakilan dari 160 defenisi yang ada. Pakar kebudayaan barat menyatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat pendapat E. B. Tylor dalam buku “primitive culture” dan pakar kebudayaan Indonesia dinyatakan oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat bahwa kebudayaan merupakan  keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatnya dengan belajar dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Masih banyak lagi pakar-pakar kebudayaan baik dari barat maupun Indonesia yang menyatakan seperti apa kebudayaan itu sendiri. Kebudayaan di Indonesia sudah mengakar sejak zaman nenek moyang, kebudayaan dari masing-masing suku terlahir dan diwariskan secara turun-temurun. Warisan kebudayaan ini menjadi identitas sebuah suku bangsa dan harus tetap dilestarikan. Melestarikan kebudayaan lokal sudah menjadi tanggung jawab dari setiap generasi, karena melestarikan kebudayaan akan memudahkan orang lain mengenal sebuah sukun bangsa tersebut dengan baik.

Akluturasi merupakan penyumbang terbesar dari terbentuknya kebudayaan yang beraneka ragam. Alkuturasi kebudayaan di Indonesia terlihat dari berbagai bentuk bangunan berupa candi maupun yang berupa tarian tradisional sampai ke pementasan seperti wayang dan pertunjukan lainnya. Alkuturasi mempunyai arti bahwa percampuran kebudayaan asing dan kebudayaan lokal sehingga terbentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan tradisi lama. Dari pengertian alkuturasi tersebut menyatakan bahwa kebudayaan bangsa Indonesia juga ada percampuran dari kebudayaan bangsa lain, yang berarti bangsa lain juga berperan terjadinya kebudayaan baru yang ada di suatu generasi. Terjadinya alkuturasi ini diakibatkan adanya bangsa lain yang masuk ke wilayah Indonesia yang pada awalnya hanya untuk berdagang, seperti pedangang Tiangkok, Arab, Persia dan lainnya yang pernah menjajakan kakinya di bumi Indonesia. Percampuran kebudayaan ini banyak juga terjadi pada sistem kepercayaan pada waktu itu seperti agama Hindu-Budha yang percampuran dengan kepercayaan lokal, sehingga tercipta candi yang berundak-udak. Setelah kedatangan Hindu-Budha ke Indonesia datanglah bangsa Arab yang mengajarkan sistem kepercayaan percaya dengan satu Tuhan. Banyak hasil kebudayaan yang ada antara islam dengan agama Hindu-Budha yang hanya ada di Indonesia akibat alkuturasi masyarakat. Kebudayaan islam dan Hindu-Budha yang teralkuturasi seperti adanya menebar Bungan di makam saat melayat dan jika kita telusuri kegiatan itu tidak ada kaitannya dengan ajaran agama islam. Kebudayaan yang ada di Indonesia baik terbentuk melalui perundingan atau perilaku suku bangsa tertentu maupun terbentuk akibat percampuran bangsa asing yang masuk secara damai dengan cara berdagang dan masuk ke Indonesia dengan cara menjajah tanah negeri. Semua itu merupakan sebuah peradaban yang membentuk kebudayaan yang tidak akan pernah bisa dimiliki oleh bangsa mana pun di belahan bumi ini.

Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang mempunyai filter terbaik dari seluruh bangsa yang ada di belahan bumi mana pun, terbukti bagaimana cara bangsa ini memilih kebudayaan asing mana yang mana yang akan bersandingan atau yang lebih cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia. Banyak dari bangsa asing yang masuk ke negeri ini, diantaranya adalah kebudayaan bangsa barat. Semua perilaku dan perbuatan orang-orang barat bertentangan 360 derajat dengan negara Indonesia yang kebudayaannya cenderung ke Timur Tengah. Nenek moyang bangsa Indonesia memfilter apapun yang masuk untuk diambil kebaikannya dan ditinggalkan keburukannya sehingga yang kita ketahui sekarang adalah hasil alkuturasi kebudayaan bangsa Indonesia yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Setiap suku yang tinggal di belahan bumi Indonesia memiliki kebudayaannya masing-masing yang menggambarkan atau mencirikhaskan adat istiadat suatu suku.

Kebudayaan suatu suku memiliki cerita dan filosopi tentang perjalanan suatu bangsa dari mulai terbentuknya hingga menjadi sebuah kenangan yang harus diabadikan. Melalui kebudayaan inilah sebagai generasi penerus bangsa bisa lebih mengenal siapa dan dari mana dia berasal. Dengan mengetahui kebudayaan dari masing-masing suku yang ada, maka tanpa kita sadari kita telah berupaya mempertahankan adanya keberadaan kebudayaan tersebut, apalagi jika sebagai generasi penerus bangsa ini kita ikut mempelajari dengan baik kebudayaan maka bisa dipastikan kebudayaan yang kita punyai tidak akan pernah tergerus oleh perkembangan zaman.







































BAB III

PENUTUP



A.   Kesimpulan

Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Ada dua jenis muatan listrik, yaitu muatan listrik negatif dan positif. Dalam alirannya, arus listrik juga mengalami cabang-cabang. Ketika arus listrik melalui percabangan tersebut, arus listrik terbagi pada setiap percabangan dan besarnya tergantung ada tidaknya hambatan pada cabang tersebut.

Hukum I Kirchoff berbunyi:

Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik simpul tersebut.

Hubungan kebudayaan terhadap listrik adalah kebudayaan akan sangat berkembang pesat dengan adanya listrik di suatu daerah. Karena dengan banyaknya alkuturasi yang terjadi di suatu daerah itu banyak membutuhkan sumber energi, baik dari proses hingga terjadi percampuran kebudayaan yang modern seperti sekarang.

B.     Saran

Sebagai mahasiswa yang mengambil jurusan elekto, harus mempelajari berbagai ilmu kelistrikan agar bisa menemukan berbagai metode yang baik dan efisien. Pelajari jurusan ada dengan baik dan sungguh-sungguh dan selalu menjunjung kebudayaan indonesia khususnya kebudayaan lokal.





















DAFTAR PUSTAKA

Kanginan, M. 2003. Fisika SLTP 3A. Jakarta: Erlangga

–. 2003. Fisika SLTP 2B. Jakarta: Erlangga

Sulistyanto, Heri. 2008. Ilmu pengetahuan alam 6: untuk sd dan mi kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Kongres Kebudayaan. 1991. Daya Cipta dan Perkembangan Budaya. Penerbit Kebudayaan Kita Kemarin Kini dan Esok.

Ibayati, Yayat. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam: SD/MI Kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Exploring the Field of Electrical Engineering

Exploring the Field of Electrical Engineering Electrical Engineering is a versatile and highly sought-after discipline that encompasses the ...