NPM: 16417120
Kelas: 3ib01
ALGORITMA
DAN PEMEROGRAMAN TEKNIK ELEKTRO
I. Penulisan
Umum Algoritma
a. Pengertian
Algoritma dan Pemerograman
Pengertian algoritma sangat lekat dengan kata logika,
yaitu kemampuan seorang
manusia untuk berfikir dengan akal tentang suatu
permasalahan menghasilkan sebuah kebenaran, dibuktikan
dan dapat diterima akal, logika seringkali dihubungkan dengan kecerdasan, seseorang yang mampu berlogika dengan baik sering orang
menyebutnya sebagai
pribadi yang cerdas. Dalam menyelesaikan suatu masalah pun logika mutlak diperlukan.
Meski demikian terdapat beberapa definisi algoritma
yang lain. Diantaranya menurut Rinaldi Munir, algoritma
adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. Sedang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, algoritme
adalah urutan logis pengambilan keputusan untuk
pemecahan masalah. Menurut tim Gunadarma:1988, algoritma
adalah suatu himpunan berhingga dari instruksi-instruksi yang secara jelas memperinci langkah-langkah proses pelaksanaan, dalam pemecahan
suatu
masalah tertentu, atau suatu kelas masalah tertentu,
dengan dituntut pula bahwa himpunan instruksi tersebut
dapat dilaksanakan secara mekanik. Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa
Algoritma adalah urutan langkah-langkah
terbatas yang disusun secara sistematis dan menggunakan bahasa yang logis dengan tujuan menyelesaikan suatu masalah tertentu. Sementara program
adalah kumpulan
instruksi berupa pernyataan yang ditulis dengan
menggunakan bahasa pemrograman yang melibatkan
pemilihan struktur data. Beberapa pakar komputer menyatakan program dengan formula
Program = Algoritma + Bahasa Pemrograman.
b.
Tujuan dan Kegunaan
Algoritma
adalah ilmu yang mempelajari cara penyelesaian suatu masalah berdasarkan urutan langkah-langkah terbatas yang disusun
secara sistematis
dan menggunakan bahasa yang logis dengan tujuan
tertentu.
Tujuan dari belajar algoritma adalah agar dapat
membiasakan diri
melakukan suatu perencanaan apabila menyelesaikan
suatu masalah.
Karena suatu permasalahan yang
diselesaikan dengan suatu perencanaan yang matang maka akan mendapatkan solusi yang lebih optimal dibandingkan menyelesaikan masalah
tanpa
menggunakan suatu perencanaan.
c.
Struktur Dasar dari Algoritma
Tidak semua urutan langkah penyelesaian masalah yang
logis dapat disebut sebagai algoritma. Menurut Donald E.
Knuth, algoritma mempunyai lima ciri penting yang meliputi:
1. Finiteness (keterbatasan), algoritma harus berakhir setelah mengerjakan
sejumlah langkah
proses.
2. Definiteness (kepastian), setiap langkah harus didefinisikan secara
tepat dan tidak berarti
ganda.
3. Input (masukan), algoritma memiliki nol atau lebih data masukan (input).
4. Output (keluaran), algoritma mempunyai nol atau lebih hasil keluaran
(output).
5. Effectiveness (efektivitas), algoritma harus sangkil (efektif),
langkah-langkah algoritme
dikerjakan dalam waktu yang wajar.
Sedang sifat algoritma adalah:
1. Tidak menggunakan simbol atau sintaks dari suatu bahasa pemrograman
tertentu.
2. Tidak tergantung pada suatu bahasa pemrograman tertentu.
3. Notasi-notasinya dapat digunakan untuk seluruh bahasa manapun.
4. Algoritma dapat digunakan untuk merepresentasikan suatu urutan kejadian
secara logis
dan dapat diterapkan di semua kejadian sehari-hari
d.
Contoh Dalam Kehidupan Sehari-hari
1.
Mengirim Surat
2.
Mencuci Baju
3.
Menanak Nasi
4.
Membeli Sayuran
5.
Membuat Kopi Instan, dll
II.
Difinisi dan Simbol
Flowchart adalah cara penulisan algoritma dengan
menggunakan notasi grafis. Flowchart merupakan gambar
atau bagan yang memperlihatkan urutan atau langkah-langkah dari suatu
program dan hubungan antar proses beserta
pernyataannya.
Flowchart adalah cara penulisan algoritma dengan
menggunakan notasi grafis. Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan atau
langkah-langkah
dari suatu program dan hubungan antar proses beserta
pernyataannya.
1.
System Flowcharts menggambarkan bagaimana
alur data dalam sebuah sistem dan eksekusi keputusan untuk mengatur sebuah
acara. Flowcharts ini menggunakan simbol yang saling terkoneksi untuk
menggambarkan apa yang terjadi pada beragam titik di dalam sistem data.
2.
Program Flowchart
Program flowcharts digunakan untuk menggambarkan kerja
internal dari sistem modern yang sudah terkomputerisasi. Terdapat 4 jenis
simbol flowchart program. Ke-4 simbol tersebut adalah awal, proses, keputusan,
dan akhir. Flowchart ini akan membantu pengembang menemukan error di
dalam kode komputer.
3.
Contoh Kasus Dalam Flowchart
III.
Variabel Dalam Algoritma
a.
Jenis-jenis Variabel Algoritma
Donald E. Knuth, algoritma mempunyai lima ciri penting yang meliputi:
1. Finiteness (keterbatasan), algoritma harus berakhir setelah mengerjakan sejumlah langkah
proses.
2. Definiteness (kepastian), setiap langkah harus didefinisikan secara
tepat dan berarti
ganda.
3. Input (masukan), algoritma memiliki nol atau lebih data masukan (input).
4. Output (keluaran), algoritma mempunyai nol atau lebih hasil keluaran
(output).
5.
Effectiveness (efektivitas), algoritma harus sangkil
(efektif), langkah-langkah algoritme dikerjakan dalam
waktu yang wajar.
b.
Bagaimana Mencetak Variabel
Proses untuk
menjalankan variabel sesuai dengan alur flowchart. Proses awal dimulai dengan
membuka bungkus kopi dan diprses dengan menuangkan bubuk kopi ke gelas. Panaskan
air hingga mendidih lalu tuangkan air kedalam gelas yang ada seerbuk kopinya. Aduk
dengan rata maka kopi hitam siap disedu oleh penikmat.
c.
Contoh Kasus Program
Algoritma :
Bilangan_Maksimum
{Dibaca tiga buah
bilangan dari piranti masukan. Carilah
bilangan bulat
maksimum diantara ketiga bilangan tersebut}
Deklarasi :
Bil1,Bil2,Bil3 :
integer {bilangan yang dicari maksimumnya}
Max : integer
{variabel bantu}
Deskripsi :
Read (Bil1,Bil2)
If Bil1 >= Bil2
then
Bil1 = Max
Else Bil2 = Max
Read (Bil3)
If Bil3 >= Max
then
Bil3 = Max
Write (Max)
Sumber Referensi:
Barakbah, A. R., Karlita, T. &
Ahsan, A. S., 2013. LOGIKA DAN ALGORITMA. In: LOGIKA DAN ALGORITMA. Surabaya:
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, pp. 1-92.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar